Beranda Headline Tambang Emas Harus Segera Ditutup

Tambang Emas Harus Segera Ditutup

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA H Moh Suhaili FT

PRAYA —Bupati Lombok Tengah (Loteng), H Moh. Suhaili FT angkat bicara terkait keberadaan tambang emas illegal di Gunung Prabu, Desa Prabu, Kecamatan Pujut. Bupati menegaskan, pihaknya akan segera menutup kegiatan tambang emas itu. Pasalnya, selain tidak boleh ada tambang, dampak tambang memang sangat fatal sekali. Sebab, akan menjadi kendala perkembangan pariwisata dan merusak lingkungan, termasuk berbagai flora dan fauna yang ada di wilayah tersebut.

“Kami tidak akan memberikan tolerasi lagi. Tambang harus segera ditutup. Ini masalah hajatan masyarakat banyak juga,” tegas bupati usai senam jumat pagi di Bencingah, kemarin.
Dia menyatakan, tambang harus ditutup selain memang tidak boleh dan tidak mengantongi izin juga, namun untuk kepentingan masyarakat dengan perkembangan pariwisata kedepanya. Pihaknya tidak mengingkan kalau segala pembangunan di kawasan pariwisata gagal karena keberadaan tambang itu.
“Kita juga harus memikirkan kepentingan masyarakat banyak dengan perkembangan pariwisata ini. Makanya untuk penutupan kami akan kembali akan melakukan rapat dengan pihak terkait,” bebernya.
Bupati mengaku, pemerintah Loteng hingga sekarang belum memberikan tindakan tegas serta turun untuk melakukan penertiban terhadap tambang tersebut. Itu karena pemerintah kabupaten sudah tidak punya kewenangan untuk menindak keberadaan tambang ilegal tersebut. Dimana, ini merupakan kewenangan dari Pemerintah Provinsi.
“ Artinya, semua langkah dan kebijakan dalam menangani persoalan tambang emas ilegal itu wewenang pemerintah provinsi. Tapi terlepas dari itu sekarang, karena tambang berada di wilayah kita makanya kita juga harus aktif,” tegas dia.
Bupati menegaskan, dalam waktu dekat pihaknya akan koordinasi dengan pihak Provinsi. Pihaknya berharap Pemerintah Provinsi NTB segera menyikapi soal keberadaan tambang emas ilegal. Untuk persoalan penolakan dari warga dari hasil rapat koordinasi dengan pihak Provinsi petugas harus turun melakukan sosialisasi.
“Tapi kami tetap inginkan tambang itu akan diselesaikan secara arif dan bijaksana,” ucapnya.
Apalagi sesuai rekomendasi yang diberikan oleh pemerintah pusat dalam hal ini, Kementerian ATR/BPN yang ikut membantu Pemkab Loteng menyusun rancangan Kawasan Strategis Kabupaten (KSK) lingkar KEK Mandalika, kawasan Gunung Prabu harus ditutup, karena lokasi tambang ilegal berada di kawasan penyangga. Jika tidak segera ditutup, keberadaan kawasan tambang emas bisa menjadi ancaman serius bagi keberlangsung pariwisata. Terutama KEK Mandalika yang saat ini, tengah dalam proses pembangunan.
“Cobak nanti kami lagi akan rapat koordinasi,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Desa Prabu Lalu Mohammad Saihu menyatakan, pihaknya selalu mendukung perkembangan pariwisata. Namun pihaknya menekankan ke pihak perusahan agar tidak mengganggu pekerjaan masyarakat juga. Sebab tambang merupakan salah satu sebagai tempat masyarakat untuk mencari pendapatan untuk memenuhi kebeutuhan sehari-harinya. Selain itu, dia menegaskan bahwa keberadaan tambang itu juga cukup jauh dengan proyek Mandlika, sehingga pihaknya menilai kalau tambang tidak mengganggu apalagi merusak pariwisata setempat.
“Kasian masyarakat yang mencari nafkah di sana. Saya harapkanlah agar tidak mensengsarakan masyarakat kami,” katanya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here