Beranda Mataram Perkim Ajukan Pembangunan Rusunawa Nelayan

Perkim Ajukan Pembangunan Rusunawa Nelayan

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA H Kemal Islam

MATARAM —Pembangunan rumah bagi para nelayan, sudah lama diwacanakan Pemkot Mataram. Pembebasan lahan masih diupayakan Badan Keuangan Daerah (BKD), sementara pembangunannya diusulkan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) ke pemerintah pusat. Nantinya, rumah nelayan itu akan berbentuk rumah susun sederhana sewa (Rusunawa) khusus nelayan. Dengan anggaran pembangunan mencapai Rp 22 miliar. “Kita sudah ajukan ke kementerian untuk Rusunawa khusus nelayan,” kata Kepala Dinas Perkim Kota Mataram, H Kemal Islam.
Rusunawa nelayan yang akan dibangun hanya satu twin block, dengan standar 90 kamar. Apakah ke depannya akan ditambah menjadi dua twin block, menurut Kemal, tergantung pemerintah pusat. “Mudah-mudahan ada tambahan. Tergantung pusat apakah akan dikasih satu atau dua twin block,” ujarnya.
Dengan jumlah kamar yang terbatas, Rusunawa akan diprioritaskan bagi nelayan yang terkena abrasi pantai. Perhitungan Dinas Perkim, dari Kampung Bugis hingga ke Bintaro, tidak lebih dari 90 kepala keluarga (KK) yang rumahnya rawan terkena abrasi pantai.
Setelah Rusunawa satu twin block nantinya rampung terbangun, tak menutup kemungkinan akan diajukan lagi pembangunan tambahan Rusunawa bagi nelayan. “Kita lihat dan selesaikan dulu, baru mohon lagi untuk nelayan lain,” ungkapnya.
Rusunawa nelayan ini akan bersifat khusus, berbeda dengan Rusunawa sebelumnya. Perbedaan itu terlihat dari tipenya yakni 36, dengan dua kamar tidur, satu ruang tamu, dan satu dapur.
Satu twin block jika biasanya dibuat berlantai lima, maka Rusunawa nelayan ini hanya berlantai tiga. Namun butuh lahan lebih luas, yakni 70 are. Luasan itu belum termasuk untuk kebutuhan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum). “Satu twin block biasanya butuh lahan 35 are, tapi karena ini tipe 36 sehingga butuh lahan lebih luas,” katanya seraya menyebut, di sekitar rusunawa nelayan juga akan disiapkan lahan kerja bagi para penghuninya. “Lahan kerja nelayan itu berupa gudang alat tangkap dan fasilitas menjemur ikan,” katanya.
Diharapkan, rusunawa nelayan ini bisa terbangun tahun depan. Dalam proses pembangunan Rusunawa nelayan, Pemkot Mataram menerima barang jadi tidak dalam bentuk dana seperti Rusunawa-Rusunawa lainnya.

Pemkot Mataram hanya menyiapkan pembebasan lahan dan melengkapi fasilitas-fasilitas pendukung lainnya. “Harapannya, jika proses pembebasan lahannya pada 2018 tuntas, maka 2019 Rusunawa nelayan bisa mulai dibangun,” katanya.

Ditambahkannya, saat ini pemerintah masih melakukan negosiasi pembebasan lahan untuk Rusunawa nelayan di kawasan Bintaro, dengan luas sekitar 2,1 hektare. Jumlah itu sudah lebih dari kebutuhan, karena untuk Rusunawa nelayan direncanakan membangun dua twin blok, dengan total kebutuhan lahan sekitar 1,6 hektare. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here