Beranda Headline Pemerintah PHP Korban Gempa

Pemerintah PHP Korban Gempa

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA MENANTI: Warga korban gempa di Lobar tidur di berugak.

Warga Pertanyakan Pencairan Jadup

LOBAR—Korban gempa kembali mempertanyakan kapan bantuan jaminan hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial (Kemensos) akan diterima. Sejak awal didengungkan pemerintah, Jadup tak kunjung ada kejelasan kapan cairnya.
Kepala Desa Jeringgo non aktif, Sahril berharap bantuan itu segera cair. Mengingat sebagian besar warganya kehilangan mata pencarian akibat gempa. Sehingga tak bisa memenuhi kebutuhan hidupnya sehari-hari. “Tolonglah kalau data sudah masuk, berikan haknya kepada korban gempa,” ujar Sahril, kemarin.
Tidak hanya Jadup, Sahril juga meminta agar bantuan lainnya bagi korban gempa cepat terealisasi. Apalagi musim hujan sudah tiba, membuat kondisi korban gempa yang tinggal di tenda pengungsian makin mengkhawatirkan.
Menurutnya, banyak warga belum beraktivitas seperti biasa. “Jangan sampai di PHP (pemberi harapan palsu) terus,” tegasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Lobar, Hj Ni Made Ambaryati mengaku telah mengusulkan 1000 kepala keluarga (KK) lebih penerima Jadup ke Kementerian. Namun belum ada realisasi. Sebab sesuai ketentuan, Jadup baru akan dicairkan enam bulan pascagempa. “Bulan Februari, mungkin nanti kita diberitahukan pencairannya. Aturannya, enam bulan pascatanggap darurat bencana, baru dicairkan,” jelas Ambar.
Terkait lambannya pencairan Jadup, Ambar mengaku, jika pemerintah pusat meminta usulan 1000 KK. Usulan itu harus by name by address serta sesuai Nomor Induk Kependudukan (NIK). Sedangkan yang belum diusulkan sebanyak 12 ribu lebih. Disos juga terkendala dalam pendataan korban gempa. “Masih banyak yang belum serahkan KTP dan KK. Ini juga jadi kendala kita,” sebutnya.
Terpisah Bupati Lobar, H Fauzan Khalid mengaku jika data Jadup sudah lama diserahkan ke pemerintah pusat. Sesuai ketentuan, dana Jadup baru akan diberikan setelah korban gempa menempati hunian tetap atau sementara. “Problemnya, ada uangnya (Jadup) nggak. Jangan-jangan ini bagian cara pemerintah pusat. Karena uang tidak ada dimasukkan dalam 2019,” singkatnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here