Beranda Praya Metro Buntut Perselingkuhan, NSW Tewas Ditebas

Buntut Perselingkuhan, NSW Tewas Ditebas

BERBAGI
POLRES LOTENG FOR RADAR MANDALIKA OLAH TKP: Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles memimpin saat melakukan olah TKP, kemarin.

PRAYA — Naas nasib menimpa warga Desa Rembitan, Kecamatan Pujut inisial NSW, 34 tahun. Dimana, dia tewas ditebas menggunakan parang karena diduga selingkuh dengan isteri pelaku inisial S 36 tahun warga setempat. Dalam peristiwa ini, NSW mengalami luka bacok disekujur tubuhnya bahkan bagian wajah dan kepala.

Informasi yang diterima, kasus penganiayaan diduga buntut dari perselingkuhan dilakukan korban dengan isteri pelaku saat si pelaku menjadi tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. Gara-gara itu, pelaku berakhir perceraian dengan sang isteri.
Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang mengatakan, pihaknya yang mendapatkan informasi langsung turun ke TKP dan langsung mengamankan pelaku. Sekarang pelaku di Polres Loteng guna menghindari hal –hal yang tidak diingikan terjadi.
“Pelaku langsung kita amankan,” kata Rafles, kemarin.
Rafles menegaskan, dari keterangan sejumlah saksi dalam kasus penganiayaan tersebut, kejadian terjadi sekitar pukul 11.00 Wita sebelum waktu salat jumat. Saat itu, pelaku baru pulang dari sawah. Di tengah jalan pelaku dan korban bertemu. Diduga karena masih masih menyimpan dendam lama, kemudian pelaku langsung menganiaya korban dengan menggunakan parang. Sehingga menyebabkan korban mengalami luka parah yang menyebabkan nyawa korban tak bisa tertolongkan.
Setelah Pelaku melakukan penganiayaan, pelaku meninggalkan korban di TKP dan menyerahkan diri ke aparat kepolisan terdekat. Tapi dengan kejadian itu membuat warga berhamburan keluar untuk melihat korban yang kondisi mandi darah. “Untung korban langsung menyerahkan diri,” tuturnya.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Camat Pujut juga,” tuturnya.
Atas perbuatannya pelaku diancam pasal 351 KHUP ayat 1 atau 338 KHUP dengan ancaman hukuman paling berat 7 tahun kurungan pejara.
Sementara itu, Kapolsek Pujut Loteng, AKP Ketut Putrawan membenarkan kasus penganiayaan itu. Ia menegaskan, pihaknya masih di lapangan untuk memberikan imbuan ke warga setempat agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum.
“Kami masih belum mengetahui penyebab penganiayaan itu,” jawabnya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here