Beranda Headline Bangkitkan Pariwisata Melalui Fashion dan Seni

Bangkitkan Pariwisata Melalui Fashion dan Seni

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA KETERANGAN: Panitia kegiatan Fashion and Art saat jumpa pers di Mataram, kemarin. Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 Desember di Taman Mayura, Kota Mataram.

MATARAM —Roda perekonomian masyarakat, dan daerah, termasuk industri wisata sempat terpuruk akibat gempa bumi Lombok di bulan Juli hingga Agustus lalu. Keluhan pun terlontar dari insan pariwisata, seniman hingga budayawan. Untuk itulah, para pelaku industri wisata, pekerja kreatif bidang fashion dan seniman menggagas gelaran materi kreatif Fashion dan Seni. Kegiatan akan dilaksanakan pada tanggal 15 dan 16 Desember di Taman Mayura, Kota Mataram.
“Peristiwa budaya ini kami beri nama Fashion and Art, dengan tema Lombok Sumbawa Recovery Festival 2018,” kata Baiq Ika Yuyun Wardani, Ketua Panitia Pelaksana saat jumpa pers di Mataram, kemarin.
Sebagai masyarakat kecil, pihaknya merasa perlu membuat pergerakan. Guna mengundang kembali tamu-tamu domestik, maupun internasional mengunjungi NTB. “Bukan hanya suplay logistic, tetapi juga semangat baru. Utamanya dari seniman, butuh suasana berbeda untuk meramaikan kembali industri pariwisata NTB,” jelasnya.
Fashion dipilih sebagai salah satu materi utama bukan hanya karena pihak penyelenggara sebagai pelaku dalam bidang tersebut. Melainkan, pihak panitia memiliki niatan mengenalkan kepada publik potensi budaya tekstil yang ada di NTB. Seperti tenun, serta songket Lombok (Sasak), Sumbawa dan Bima. “Kami berharap festival ini mampu membawa karya kreatif daerah ke pasar yang lebih luas, agar sejajar dengan produk nasional maupun internasional,” jelasnya.
Digabungkannya fashion dan seni sebagai pertunjukan kolaborasi dalam satu kesatuan, akan menjadi tontonan menarik. Bahkan menu baru supaya budaya dan seni di NTB semakin terangkat. “Seni bukan hanya sebagai materi pendukung fashion. Namun di dalam fashion terdapat unsur seni (estetika), sehingga keduanya memiliki hubungan yang erat,” katanya.
Dalam acara yang digelar dua hari itu, akan menampilkan para perajin. Utamanya Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) di NTB, seperti perajin songket, tenun ikat, gerabah, kuliner, hingga perhiasan etnik. “Kita akan buat expo. Malamnya ada gala fashion dengan menampilkan tekstil di NTB. Sehingga bisa membantu mengangkat perekonomian perajin di NTB,” ungkapnya.
“Seniman dan industri fashion bisa kolaborasi, yang dikemas dalam suasana etnik di lokasi cagar buaya. Semuanya dikemas dalam satu paket,” imbuhnya.
Kemudian di hari Minggu (16/12), akan diadakan panggung festival. Di panggung tersebut akan tampil Amtenar, Nugie, Tanita, Suradipa, Jhon Kursi Roda, serta Gus Putra. “Di acara itu juga akan kita buka painting galeri, menampilkan karya seniman. Yakni Mantra Ardhana, Lalu Syaukani, Tarfi Abdullah, dan Lombok Art Community,” ujarnya seraya menyebut, akan diadakan pula trauma healing bagi anak-anak dengan mengajak menyenangi seni rupa.
Baiq Ika menargetkan penonton antara 2500 hingga 5 ribu orang. Dengan didukung Kementerian Pariwisata, pemerintah, sejumlah pihak swasta serta seluruh masyarakat NTB. Namun ia sangat berharap, pemerintah lebih melirik industri fashion. “Agar bisa menjadi even tahunan, butuh dukungan pemerintah. Sehingga ini menjadi even bergengsi untuk seni dan fashion Lombok,” katanya.
Targetnya, wisatawan kembali datang ke NTB. Dengan begitu bisa menggerakkan ekonomi masyarakat. “Akibat bencana, kami kesusahan. Tapi kami nggak mau going down. Kita harus bangkit,” pungkasnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here