Beranda Headline Wagub Genjot Keberadaan UKM di NTB

Wagub Genjot Keberadaan UKM di NTB

BERBAGI
HUMAS PROVINSI FOR RADAR MANDALIKA Hj Sitti Rohmi Djalilllah

MATARAM – Wakil gubernur NTB, Sitti Rohmi Djalilllah menggenjot keberadaan usaha kecil menengah (UKM) di NTB. Gubernur menekankan kepada pelaku UMKM untuk banyak mencontohi dan mempelajari daerah lain yang mana potensi UMKM mereka tinggi.

Wagub Rohmi juga mengimbau semua organisasi perangkat daerah (OPD) yang terlibat untuk mengutamakan kualitas dan memperhatikan akses pemasaran dalam mengembangkan berbagai produk yang akan dihasilkan. Termasuk yang dipamerkan dalam momen NTB expo kali itu, untuk menyambut HUT NTB.
“Saya berharap, bahwa Ulang tahun NTB yang ke-60 ini, akan selalu membawa semangat baru bagi kita, bagi seluruh masyarakat NTB,” harap Rohmi saat membuka NTB Expo, Rabu (05/12) lalu.
Rohmi mengaku, pelaksanaan NTB Expo itu sangat berbeda dari sebelumnya, dimana Lombok dalam keadaan baru mengalami musibah gempa. Namun kondisi tersebut lantas tidak menyurutkan semangat warga NTB untuk bangkit dan keluar dari kesedihan itu. Peran aktif para UMKM menunjukkan keinginan untuk bangkit sudah terlihat bahkan tidak saja bangkit melainkan warga NTB sebetulnya telah berlari meski kecepatan setiap orang berbeda beda.
“Sekarang kita ada di fase berlari, namun masih ada yang belum sama kecepatannya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB H. Lalu Saswadi menyampaikan bahwa event kali ini merupakan tahun ke-16 penyelenggaraannya sejak tahun 2003. Kegiatan Expo akan dilangsungkan dari 5 sampai 9 Desember 2018.
Tema tersebut diusung karena Nusa Tenggara Barat ingin menghidupkan kembali semangat para UMKM di NTB, agar terus berkembang pasca terjadinya bencana gempa bumi di NTB.
Dalam NTB Expo ke-16 ini, PT. Solindo Duta Convec sebagai EO yang digandeng, telah menyediakan stand ukuran 3 x 3 sebanyak 84 stand dan 8 stand kerucut ukuran 5×5 sedangkan dari 84 stand yang terisi sebanyak 78 stand. Untuk peserta dari luar provinsi NTB diisi oleh Batik Jawa Tengah, Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Disperindag Kota Pasuruan, Dinas Kominfotik Kabupaten Pasuruan serta kementerian Perindustrian RI, selebihnya berasal dari Instansi pemerintah provinsi NTB dan 10 Kabupaten Kota se NTB di tambah BUMN dan BUMD, selain itu dari beberapa sekolah seperti SMK.
Untuk UMKM sendiri Dinas Koperasi dan UMKM NTB mengusulkan anggaran sebesar Rp 9 miliar yang akan diberikan kepada mereka dalam bentuk hibah. Modal ini sebagai pemancing kegiatan usaha yang mereka lakoni yang mana bertujuan agar leading sektor UMKM bisa tumbuh dan berkembang termasuk dalam upaya menekan angka kemsikinan pasca gempa.
“Pembinaan kepada UMKM tidak saja akan diberikan kepada wilayah terdampak gempa,” katanya belum lama ini juga. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here