Beranda Lombok Timur Sisi Lain Jelang Peringatan HAKI di Lotim

Sisi Lain Jelang Peringatan HAKI di Lotim

BERBAGI
IST / RADAR MANDALIKA BUKA : Sekda Lotim saat memukul gong, sebagai tanda dibuka lomba pidato antar siswa SMP sederajat yang digelar Kejari Lotim, kemarin.

Sasar Pelajar, Helat Lomba Pidato Cegah Korupsi

Lomba pidato, menjadi bagian cara Kejari Lotim memberikan pemahaman bahaya korupsi sejak dini. Harapan Kejaksaan, generasi daerah ini kelak menjauhi praktek merugikan negara dan rakyat.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
TANGGAL 9 Desember, menjadi momen peringatan Hari Anti Korupsi Internasional (HAKI). Lombok Timur (Lotim) tak ketinggalan memperingati HAKI ini. Saat peringatan HAKI di Lotim, Kejaksaan Negeri (Kejari) Lotim membuat berbagai kegiatan. Salah satunya, lomba pidato antar siswa SMP sederajat.
Korupsi (bersama kolusi dan nepotisme) menjadi salah satu penyebab belum tercapainya kesejahteraan rakyat di Indonesia. Di sana-sini, masih ada ketimpangan, disebabkan karena masih merajalelanya KKN.
Menurut Sekda Lotim H Rohman Farly, lomba pidato ini sebagai bagian dari upaya membumikan secara dini, pemahaman akan korupsi (Kolusi dan Nepotisme) dan akibat yang dapat ditimbulkannya. Sekda bahkan menyebut KKN, sebagai tradisi yang dapat disaksikan di semua lini. Namun begitu, Sekda optimistis KKN dapat dikurangi dengan berbagai ikhtiar yang dilakukan.
Kepala Kejaksaan Negeri Lotim, Tri Cahyo Hananto mengaku, pemerintah terus melakukan langkah-langkah pencegahan untuk menekan kasus korupsi di tanah air. Kejaksaan juga terus melakukan sosialisasi dengan berkunjung ke sekolah-sekolah untuk menyerukan pencegahan korupsi.
Hananto menyatakan, hal tersebut merupakan program rutin pembinaan masyarakat taat hukum setiap bulannya. Hananto berharap dengan adanya peringatan HAKI ini, masyarakat menjadi semakin menyadari dampak buruk korupsi, sehingga dapat berperan aktif dalam pengawasan dan pencegahannya.
HAKI atau hari anti korupsi sedunia mengangkat tema “Melangkah Pasti Cegah Dan Berantas Korupsi”. “Ini salah satu langkah kami mendekatkan pemahaman bahaya laten korupsi,” kata Try Cahyo Hananto, Kajari Lotim. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here