Beranda Headline Panik, Siswa jadi Korban di Lobar

Panik, Siswa jadi Korban di Lobar

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA TERBARING: Beginilah kondisi Kadek Ayu Laksmi Dewi saat ditemui di rumahnya. Siswi ini mengalami luka akibat gempa, kemarin.

LOBAR —Gempa bumi berkekuatan 5,7 skala richter (SR) kembali menguncang Pulau Lombok, kemarin. Terjadi sekitar pukul 09.00 Wita, gempa membuat tiga siswa SMKN 2 Gerung mengalami luka-luka. Usai tertimpa genteng sekolah yang jatuh. Dua orang mengalami luka cukup serius di bagian kepala dan diduga patah tangan. Sedangkan satunya hanya mengalami luka lecet.

“Siswa sedang belajar, pas gempa pertama semua lari sampai bawah,” kata Kepala SMKN 2 Gerung, Kamran.
Menurutnya, guncangan gempa memicu kepanikan seluruh penghuni sekolah. Sehingga berlarian menuju tanah lapang yang berada jauh dari bangunan. Sementara siswi yang diketahui bernama Kadek Ayu Laksmi Dewi serta Febrianti masih berada di bawah bangunan sekolah. Keduanya tertimpa genteng sekolah yang jatuh akibat guncangan gempa.
Kepala Laksmi mengalami bocor dan langsung dilarikan ke IGD RSUD Tripat. Sedangkan Febrianti mengalami cedera pada pergelangan tangan, dan hanya dibawa ke tukang urut. “Kayak hujan jatuh genteng itu,” ujarnya.
Langkah pengamanan diambil pihak sekolah dengan memulangkan seluruh siswa-siswinya, sejam pascagempa. Hal itu dilakukan guan menghindari bertambahnya korban. “Kita takutkan ada gempa susulan, sehingga dipulangkan saja. Kebetulan juga ada beberapa orang tua yang datang,” ungkapnya.

Sementara saat ditemui di kediamannya, di perumahan Reyan Permata Hijau Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung, Kadek Ayu Laksmi Dewi tengah mendapat perawatan dari pihak keluarga. Remaja berusia 15 tahun itu mendapatkan lima jahitan di bagian kepalanya, akibat luka robek yang dialaminya.
Seorang keluarga, Iswaramba Dewi Yasa mengaku, ketika gempa itu tengah berada di dalam kelas bersama Laksmi. Ramainya siswa yang turun melalui tangga, membuat mereka sulit menjauh dari bangunan.
“Saya pegang tangan adik saya ini pas mau turun, dia lepas tangan saya. Saya lihat sudah ramai pas saya lihat adik saya kejatuhan genteng,” ceritanya.
Meski tidak mengalami luka serius, Laksmi trauma dengan kejadian itu. Laksmi pun masih takut untuk kembali masuk sekolah. “Semoga pihak sekolah bisa membujuk agar mau sekolah,” ungkap ibunda korban, Ayu.
Ayu hanya bisa berharap pihak sekolah bisa memberikan keringanan bagi anaknya, menjelang ujian sekolah pekan depan. “Semoga dikasih mengikuti ujian susulan,” harapnya.
Bencana gempa yang terjadi kemarin, tidak sepenuhnya mengganggu aktifitas belajar mengajar di Lobar. Meski sebagian sekolah ada yang memulangkan siswanya. Namun ada juga yang tetap melanjutkan aktifitas pendidikan, mengingat pekan ini sebagian melangsungkan ujian semester. Seperti terlihat di SMPN 4 Gerung.
“Tidak kita pulangkan tetap berjalan seperti biasa. Karena ada UAS (Ujian Akhir Semester),” kata Kepala SMPN 4 Gerung, Rohana.
Ia tak menampik jika guncangan gempa sempat menimbulkan kepanikan para siswa dan guru. Hingga membuyarkan konsentrasi siswa saat mengerjakan soal ujian. “Syukurnya ruangan kita tidak ada yang rusak,” katanya seraya berharap bencana ini bisa segera berakhir. (win/r3/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here