Beranda Lombok Timur Hanya 14 Unit Huntap Tuntas

Hanya 14 Unit Huntap Tuntas

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA HM Sukiman Azmy

LOTIM – Pembangunan Hunian Tetap (Huntap) pascagempa bumi Lombok Timur (Lotim), membuat Bupati Lotim dilema. Seharusnya, 9 ribu Huntap tuntas per April 2019 mendatang. Namun sampai saat ini, hanya 14 Huntap yang sudah rampung. Kalau dipersentasekan, hanya nol sekian persen,” tegas HM Sukiman Azmy, Bupati Lotim pada awak media di Selong, kemarin.
Beber Sukiman, dua inti masalah lambannya progres pembangunan Huntap adalah jumlah fasilitator masih sangat sedikit untuk membantu pembentukan Kelompok Masyarakat (Pokmas). Dilain pihak, dampak gempa cukup luas. Semua memiliki keterkaitan. Kepala desa juga tidak bisa menandatangani pembentukan Pokmas, bila tidak difasilitasi fasilitator.
Memang sambung Sukiman, Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) memiliki aplikator banyak. Tapi kemampuan produksinya sangat sedikit. Bayangkan saja, hanya satu unit rumah yang bisa dibangun per harinya. Karena itu kebijakan diambilnya, mengundang sejumlah aplikator lainnya dari berbagai daerah. “Sangat mustahil 9 ribu rumah bisa kita tuntaskan sampai April nanti, jika hanya mengandalkan aplikator yang ada saat ini,” tegasnya.
“Yang sedang tertangani baik ada tiga kecamatan. Tapi masih banyak wilayah lain yang belum tersentuh fasilitator dan Rekompak,” tambah Sukiman.
Kaitan dengan penambahan seribu lebih jumlah fasilitator ini, Sukiman mengaku sudah dilakukan pemerintah provinsi. Hanya saja, masih dikonsultasikan besaran honornya pada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Lotim, disebutnya siap membantu menambah jumlah fasilitator, dengan memberikan honor dari APBD. “Sudah ada masyarakat mulai bangun rumah sendiri. Nanti itu akan diverifikasi tim teknis Pemda Lombok Timur. Jika dinyatakan tahan gempa, akan dibayarkan,” ungkapnya.
Kenapa tidak diberikan langsung? “Supaya masyarakat tidak semau-mau membangun. Siapa yang jamin, kalau rumah yang dibangun masyarakat tahan gempa. Tidak ada,” imbuhnya.
Disinggungnya soal gempa yang kembali melanda kemarin, pihaknya mengaku sudah monitor melalui Camat Sembalun, Sambelia dan Pringgabaya. Ia berharap tidak ada dampak dari gempa 5,7 Skala Richter (SR) itu. Termasuk tidak ada dampak pada masyarakat, dan masyarakat tetap tenang, tidak mengungsi kembali. “Pikiran saya gempa tadi 6 SR lebih, tapi Alhamdulillah ternyata di bawah itu. Namun jika ada dampak, sudah siap kita laporkan pada BNPB,” pungkasnya. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here