Beranda Headline BMKG: Tiga Hari Berpotensi Hujan Disertai Petir

BMKG: Tiga Hari Berpotensi Hujan Disertai Petir

BERBAGI
ILUSTRASI

MATARAM – Warga yang berada di Pulau Lombok bahkan NTB, agar lebih waspada sejak sekarang. Peringatakan ini disampaikan pihak BMKG menyusul gempa bumi yang kembali mengguncang Lombok, siang kemarin dengan kekuatan magnitude 5,7. Bahkan gempa ini, juga ikut dirasakan warga yang ada di Denpasar, Bali.
Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono melalui Kepala Geofisika BMKG Mataram, Agus Riyanto menjelaskan, hasil analisis BMKG menunjukkan gempabumi ini memiliki kekuatan M=5,7 yang setelah dimutakhirkan menjadi M=5,3. Episenter gempabumi terletak pada koordinat 8,5 LS dan 116,06 BT, atau tepatnya berlokasi di darat pada jarak 10 km arah barat laut Kota Mataram, NTB pada kedalaman 10 km.
Dengan memperhatikan lokasi episenter, kedalaman hiposenter, dan mekanisme sumbernya maka gempabumi yang terjadi merupakan jenis gempabumi dangkal akibat aktivitas Sesar Naik Flores (Flores Back Arc Thrust).
“Hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan gempa ini, dibangkitkan oleh deformasi batuan dengan mekanisme pergerakan naik (thrust fault),” terang Agus dalam keterangan resminya, kemarin di Mataram.
Dampak gempabumi ini, dilaporkan menimbulkan guncangan di daerah Lombok Utara dalam skala intensitas VI MMI, Lombok Barat dan Mataram V MMI, Lombok Tengah dan Lombok Timur IV MMI, Denpasar III-IV MMI, Jimbaran, Tabanan, Nusa Dua dan Sumbawa III MMI, Karangasem, Singaraja dan Kuta II-III MMI.
Hasil pemodelan menunjukkan, bahwa gempabumi tidak berpotensi tsunami Hingga pukul 20.11 Wita, Hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock).
Pihak BMKG meminta agar masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya.”Mohon tenang dan tetap waspada,” imbaunya.
Pantauan serta informasi yang diserap koran ini, gempa itu membuat para ASN, bahkan siswa langsung bersambung keluar bahkan mereka langsung dipulangkan untuk pelajar.
Sementara itu di Kabupaten Lombok Utara sendiri seperti disampaikan Humas KLU, Mujaddid Muhas mengatakan, hasil pengecekan di RSUD Tanjung akibat gempa korban ada satu orang Mahyudin, 36 tahun seorang buruh dengan alamat Lombok Barat yang mengalami luka memar di bagian pinggul akibat terjatuh. Di Puskesmas Tanjung ada tiga korban, Ikhsan beralamat Beriri Genteng Tanjung, mengalami luka robek bagian kaki akibat terjatuh dari sepeda motor, Muh izin dengan alamat Dusun Sigar Penjalin Tanjung mengalami luka robek di kaki terkena keramik.
Tidak saja bencana gempa bumi yang melanda Lombok, hujan deras, angin kencang disertai petir pun terjadi di beberapa daerah di Lombok. BMKG merilis peringatan dini cuaca di NTB mulai 6 sampai 8 Desember ini.
Prakirawan cuaca BMKG, Jokowi Raharjo menjelaskan hinggasaat ini massa udara basah terkonsentrasi di wilayah sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, NTB, NTT, Kalimantan, Papua Barat dan Papua. Daerah dengan Indeks Labilitas Atmosfer sedang/kuat yaitu diwilayah Sebagian besar Sumatera, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Kalimantan Barat, Tengah, Selatan dan Timur, Sulawesi Tengah, Barat, Tenggara, Selatan serta Papua. Sirkulasi siklonik terpantau di Kepulauan Riau di level 925/800 mb.
Sementara, oleh BMKG tiga hari kedepan akan berpotensi hujan disertai petir. Untuk itu, BMKG mengimbau warga tetap waspada. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here