Beranda Praya Metro Bisnis Barang Haram yang Paling Laris

Bisnis Barang Haram yang Paling Laris

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA DITANGKAP: Delapan pengedar sabu yang berhasil ditangkap polisi selama dua pekan, kemarin.

Dua Pekan, Polisi Kurung Delapan Pengedar Sabu
PRAYA —Bisnis barang haram yakni, narkotika di wilayah hukum Polres Lombok Tengah begitu besar. Buktinya, dua pekan atau 14 hari saja, aparat sudah bisa mengungkap sejumlah kasus dengan delapan orang tersangka narkoba. Penangkapan ini dilakukan saat Operasi Anti Narkoba (Antik) Gatarin tahun 2018. Pengungkapan kasus barang haram ini disampaikan, kemarin di hadapan media.
Kapolres Loteng, AKPB Budi Santosa mengatakan pengungkapan ini hasil operasi Satuan Narkoba baik dari kalangan pelajar dan lainnya. Lebih mengejutkan lagi, dari delapan tersangka dua anak di bawah umur, karena masih duduk di bangku SMA/sederejat.
Budi Santosa menyatakan, selama 14 hari operasi antik. Semua tersangka masuk sebagai pengedar dan pemakai narkoba jenis sabu.“Sedangkan satu tersangka pengedar sabu-sabu ini merupakan target operasi (TO). Dan ada juga tersangka lain merupakan residivis dengan kasus yang sama,” ungkap Budi di halaman Polres, kemarin.
Budi mengaku gembira dari hasil operasi ini, sebab sukses mengungkap kasus non target operasi. Menurutnya, dengan banyak tersangka non TO itu membuktikan keterlibatan masyarakat dalam peredaran narkoba besar di Lombok Tengah. “Semua aktivitas mereka ini memang tak terpantau,” ujarnya.
Kapolres mengungkapkan, delapan pengedar sabu-sabu yang diamankan itu inisial MY, 28 tahun warga Desa Beleka, RS 16 tahun warga Motong Gading Lombok Timur dan RA, 25 tahun warga Montong Baan, Kecamatan Sikur, Lotim. Ketiga pelaku ditangkap di wilayah Dusun Gubuk Alang. Selain itu, AS 23 tahun warga Kelurahan Prapen, LAF 24 tahun warga Dusun Kerok, Desa Sengkol, OJ 30 tahun, KG 19 tahun warga Kecamatan Pujut dan HK.
“Mereka ditangkap di tempat yang berbeda,” bebernya.
Dari semua pelaku yang diamankan itu, pihaknya dari aparat kepolisian juga mengamankan barang bukti (BB) berupa 16 gram sabu. Dengan jumlah BB itu, baru pertama kali Polres bisa mendapatkan BB sebanyak ini.“ BB paling besar yang kami pernah amankan,” ungkap dia.
Atas perbuatan para tersangka mereka bakal dijerat dengan Pasal 114 subsider 112 UU Narkotika dengan ancaman maksimal 6 tahun penjara. “Kami tidak akan tinggal diam bila ada peredaran. Kami akan terus melakukan penangkapan dan memberikan tindakan tegas,” ancamnya.

Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Loteng, AKP Dhapid Shidig mengimbau ke para pemain narkoba agar menyuhadi bisnis terlarang itu. “Kami diperintahkan agar tak segan-segan bertindak tegas,” katanya tegas. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here