Beranda Praya Metro Serapan Beras Bulog NTB Tak Capai Target

Serapan Beras Bulog NTB Tak Capai Target

BERBAGI

PRAYA —Badan Urusan Logistik (Bulog) NTB menyatakan serapan pengadaan beras tahun ini, tak bisa mencapai target. Penyebabnya, karena musim kering yang melanda.
Kepala Devisi Regional Bulog NTB, Ramlan UE saat ditemuai di Gudang Bulog Sengkol Kecamatan Pujut menegaskan, untuk jumlah penyerapan beras hingga bulan ini sejumlah 1.010 ton dengan target yang seharusnya sebanyak 1.050 ton. Namun jika melihat jumlah serapan tahun ini, dibandingkan tahun sebelumnya pastinya adannya kenaikan penyerapan. Serapan beras tahun 2017 itu, sejumlah 908 ton dengan target 1030 ton lebih.
“Serapan pembelian gabah petani terus kami lakukan, meski target penyerapan memang belum capai target,” ungkapnya, kemarin.
Selain itu, kedepanya pihaknya dari Bulog NTB akan betul-betul mengoptimalkan peran mitra dan tim dari Bulog untuk menyerap gabah petani dengan melakukan pendekatan langsung kepada para petani, dan juga gabungan kelompok tani (Gapoktan) serta kelompok tani (Poktan). Sehingga target bisa tercapai.
“Namun Bulog terdapat kesulitan dalam membeli gabah petani,” beber dia.
Ia menjelaskan, untuk stok beras yang tersimpan di gudang Pulau Lombok dan Pulau Sumbawa, terdiri atas beras komersial, cadangan pemerintah dan beras sejahtera (rastra). Dan pihaknya menjamin stok yang ada bisa untuk mencukupi kebutuhan hingga 14 bulan ke depan.
“Ketersediaan beras yang sudah relatif banyak juga bisa menjaga harga eceran tertinggi (HET) beras tetap stabil,” yakinnya.
Dia mengungkapkan, pihaknya tetap harus menjaga ketersediaan beras ini agar tidak terjadi kenaikan harga yang relatif tinggi. Tidak saja dengan menjaga ketersediaan, namun koordinasi dengan instansi terkait untuk tetap melakukan pengawasan.
“ Kita harapkan untuk serapan tahun 2019 mendatang bisa capai target,” harapnya.

Sementara itu, Kasi Humas Bulog NTB, Agung Saranto menyatakan penyerapan gabah atau beras petani oleh pemerintah melalui Bulog bertujuan untuk penyaluran bantuan sosial berupa beras sejahtera melalui program bantuan pangan nontunai (BPNT). Sehingga jumlah kebutuhan disesuaikan.
“Kami juga mengirim beras ke NTT dan Bali,” ceritanya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here