Beranda Lombok Timur Melihat Upaya Pemerintah Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat

Melihat Upaya Pemerintah Penuhi Kebutuhan Air Bersih Masyarakat

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA Rusdi

Pembangunan Pengolahan Air Baku Korleko dan Bagik Payung Belum Jelas

Masalah air bersih di wilayah selatan, secara perlahan mulai diatasi pemerintah Kabupaten Lotim. Namun khusus dua titik pembangunan pengolahan air baku di Bagik Payung dan Korleko, hingga kini tak ada kejelasan.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
MASYARAKAT Lombok Timur (Lotim) bagian selatan, sudah lama kesulitan untuk mendapatkan air bersih. Jangankan masyarakat wilayah Jerowaru yang jelas-jelas sudah bertahun-tahun membeli dari para pedagang. Sebagian masyarakat wilayah Kecamatan Keruak pun juga masih ada belum kebagian distribusi air bersih. Contoh di Desa Tanjung Luar, masih banyak warga setempat membeli air dari para pedagang yang datang menggunakan mobil pikap.
Berbeda dengan pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat yang ada di Pulau Maringkik dan beberapa pulau lainnya, sedikit sudah bisa terpenuhi. Kendati distribusi air ke pulau-pulau ini kerap kembang kempis. Ketika pipa air mengalami kebocoran di dasar laut, bukan teknisi Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) yang turun tangan melakukan perbaikan, melainkan warga gili setempat.
Yang jelas, masalah pemenuhan air bersih di wilayah selatan Lotim ini, sudah menjadi masalah klasik. Mereka baru mendapatkan air gratis dari para pihak yang peduli akan kondisi mereka. Sementara wilayah itu baru ditetapkan darurat, manakala musim kemarau berkepanjangan. Padahal, mereka sudah sering darurat kekeringan, dan tetap membeli air yang dibawa pedagang dari sumur Tutuk.
Lotim kini memiliki pengolahan air baku Dam Pandanduri, sebagai salah satu solusi permanen. Namun hanya diberikan 50 liter per detik, dan baru diproduksi 30 liter per detik. Meski mengoperasikan sampai 50 liter perdetik, tidak akan mampu memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat bagian selatan.
Pemerintahan Bupati HM Sukiman Azmy dan Wakil Bupati H Rumaksi SJ, menaruh perhatian besar terhadap kondisi masyarakat di wilayah selatan ini. Sejak hari pertama kerja, langsung eksekusi distribusi air bersih untuk masyararakat wilayah selatan. Bupati memberikan anggaran Rp 600 juta, untuk pembelian air bersih saja. Dengan memanfaatkan mobil tangki milik masyarakat setempat.
Upaya lain memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat bagian selatan, akan memanfaatkan mata air di Suryawangi Kecamatan Labuhan Haji. Dalam konsepnya, reservoar harus dibangun di wilayah Sakra Timur. Sehingga air bisa mengalir ke wilayah Sakra Timur dan bisa dialirkan ke sebagian wilayah selatan.
Memang guna memenuhi kebutuhan air bagian selatan, sejak lama pemerintah pusat wacanakan pembangunan pengolahan air baku di Bagik Payung Kecamatan Suralaga dan Desa Korleko Kecamatan Labuhan Haji serta Dam Pandanduri. Satu instalasi pengolahan air baku saja, menelan biaya hingga Rp 25 miliar. Tetapi yang terealisasi hanya pengolahan air baku di Dam Pandanduri.
Dua titik di Bagik Payung dan Korleko, sampai saat ini belum ada kejelasan. Setiap PDAM ditanya soal kapan realisasi pembangunan instalasi pengolahan air baku di Bagik Payung dan Korleko, jawabannya mentok mungkin karena kondisi anggaran di pusat.
Menurut Direktur Umum (Dirum) PDAM Lotim Rusdi, PDAM tetap berupaya melobi ke pemerintah pusat, melalui Kementerian PUPR. Untuk tahun 2019, belum juga ada kejelasan. “Kami tetap berupaya menjemput bola, untuk pembangunan pengolahan air baku di dua tempat itu. Mudah-mudahan kita dapat kejelasan dari pusat. Apalagi pemerintah Lombok Timur, sangat memberikan perhatian besar, terhadap pemenuhan kebutuhan air bersih masyarakat bagian selatan,” kata Rusdi, Dirum PDAM Lotim. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here