Beranda Mataram Maulid, Daging Ayam Lebih Laris

Maulid, Daging Ayam Lebih Laris

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA LEBIH LARIS: Salah satu pedagang ayam di pasar tradisional Kota Mataram. Di bulan maulid ini, daging ayam lebih laris daripada daging sapi.

MATARAM —Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tahun ini memiliki trend berbeda dari sisi permintaan daging. Jika sebelumnya konsumen berburu daging sapi untuk kebutuhan perayaan Maulid, maka tahun ini daging ayam lebih laris. “Daging ayam tinggi permintaannya. Ini karena peralihan dari konsumsi daging sapi. Pola itu hanya terjadi tahun ini,” kata Kepala Dinas Pertanian Kota Mataram, H Mutawalli, kemarin.
Tingginya permintaan itu membuat harga daging ayam naik menjadi kisaran Rp 40 ribu hingga Rp 42 ribu per kilogram. Imbas peralihan itu, menurut Mutawalli, aktivitas pemotongan sapi di Rumah Potong Hewan (RPH) lebih sepi dari biasanya. Dari sebelumnya 34 ekor per hari, menurun menjadi hanya 25 ekor perhari. “Mungkin karena harga daging lebih mahal. Harga di pasar Mandalika untuk daging sapi Rp 120 ribu per kilogram,” sebutnya.
Dari sisi stok daging dan telur ayam diklaimnya aman. Kenaikan harga daging ayam, menurut Mutawalli, karena memang itulah hukum pasar. “Harga ayam naik karena permintaan banyak di bulan maulid,” ungkapnya.
Sementara untuk komoditi lainnya, seperti harga bawang merah dalam seminggu ini relatif agak naik. Di pasar Mandalika kisarannya Rp 22 ribu hingga Rp 24 ribu per kilogram. “Sampai di pasar Kebon Roek dan pasar lainnya di kisaran Rp 28 ribu hingga Rp 30 ribu per kilogram,” rincinya.
“Terkait pasokan masih relatif normal. (Kenaikan harga) ini ini karena meningkatnya permintaan konsumen,” imbuhnya.
Berdasarkan harga eceran dan pasokan hasil pertanian di pasar Mandalika Kota Mataram pada Senin (3/12), harga bawang merah tercatat Rp 22 ribu dengan pasokan 35 ribu kilogram (kg). Bawang putih impor Rp 16 ribu, pasokan 20 ribu. Bawang Putih local Rp 70 ribu, pasokan 200 kg. Cabai merah besar Rp 14 ribu, pasokan 1.100 kg. Cabai keriting Rp 10 ribu, pasokan 900 kg.
Cabai rawit hijau Rp 5 ribu, pasokan 200 kg. Cabai rawit merah Rp 12 ribu, pasokan 1.000 kg. Kentang Rp 15 ribu, pasokan 4 ribu kg. Wortel Rp 12 ribu, pasokan 14 ribu kg. Tomat Rp 8 ribu, pasokan 1.100 kg. Kol bulat Rp 5 ribu, pasokan 6.200 kg.
Kemudian daging sapi Rp 120 ribu perkg. Daging ayam broiler Rp 40 ribu perkg. Telur ayam ras Rp 1.500 perbutir. Telur ayam kampung Rp 2 ribu perbutir. Telur bebek Rp 2 ribu perbutir. Beras medium Rp 9 ribu perkg. Beras super Rp 11 ribu perkg.
Kedelai lokal Rp 10 ribu perkg. Kedelai eks impor Rp 9 ribu perkg. Jagung kuning Rp 5.000 perkg. Buncis Rp 17 ribu perkg. Kacang hijau Rp 14 ribu perkg. Dan kacang tanah Rp 20 ribu perkg. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here