Beranda Headline Mataram Targetkan 110 Emas di Porprov

Mataram Targetkan 110 Emas di Porprov

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA ATRAKSI: Atlet silat andalan Kota Mataram menunjukkan kemampuannya saat pelepasan Kontingen Kenari Kota Mataram untuk berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2018, kemarin.

MATARAM —Kontingen Kenari Kota Mataram siap berlaga di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) NTB tahun 2018. Kemarin, dilakukan pelepasan atlet Porprov Kota Mataram oleh Wakil Wali Kota Mataram yang juga Ketua KONI Kota Mataram, H Mohan Roliskana. Di Porprov tahun ini, Kota Mataram menargetkan bisa kembali merebut gelar juara umum.
Ketua Kontingen Kenari Porprov Kota Mataram, H Hartono Tumiran mengatakan, seluruh atlet dan official berjumlah 465 orang. Rinciannya, atlet 95 orang dan 370 atlet. “Anggota kontingen terdiri dari atlet unggulan. Atlet dan pelatih harapan yang bisa menyumbang medali, serta pelatih cabor yang memiliki sertifikat pelatih nasional, dan berpengalaman menangani atlet nasional,” jelasnya.
Pada Porprov tahun ini, kontingen Kota Mataram mengikuti 26 cabang olahraga (cabor). 14 cabor diantaranya merupakan unggulan, seperti senam, kempo, pencak silat, balap sepeda, renang, bulutangkis dan tenis lapangan. Kemudian 12 cabor harapan bisa menyumbang medali, seperti futsal, catur, sepak takraw, dan drum band. “Porprov akan dilaksanakan dari tanggal 9-17 Desember. Lokasinya tersebar di seluruh wilayah Kota Mataram dan Lobar,” katanya.
Target Kota Mataram pada Porprov tahun ini adalah meningkatkan raihan Porprov tahun 2014. Dari sebelumnya mendapat 45 emas, kini ditarget 110 emas di tangan. “80 persen saja dari target 110 medali emas, Kota Mataram bisa kembali menjadi juara umum,” terangnya.
Cabor yang bertarget bisa meraup emas antara lain menembak 23, renang 20 emas, kempo, silat dan muathay masing-masing lima medali. “Untuk cabor lainnya rata-rata ditarget satu medali emas,” sebutnya.
Sementara Wakil Wali Kota Mataram, H Mohan Roliskana mengatakan, Pemusatan Pelatihan Daerah (Pelatda) Desentralisasi Kenari dilakukan sejak bulan April 2017. “Desentralisasi Kenari dilaksanakan agar lebih focus, terarah, dan sistemis. Harapannya dengan sistem ini memberi dampak signifikan terhadap perolehan medali,” kata Mohan yang juga Ketua KONI Kota Mataram ini.
Kepada semua atlet, Mohan mengatakan, mereka adalah duta olahraga karena sudah memenangkan diri sendiri. Mengingat selama dua tahun harus bisa melawan kejenuhan dan kebosanan mengikuti desentralisasi. “Kalian memiliki komitmen tetap bertahan di desentralisasi Kenari. Mudah-mudahan bisa memberi dampak signifikan,” jelasnya.
Lanjut Mohan, Mataram selalu memegang tradisi juara umum. Tahun ini, tanggungjawabnya lebih berat. Sehingga seleksi atlet pun dilakukan lebih selektif agar memberi hasil terbaik. “Kepada cabor harapan, semoga bisa menjadi bisa menjadi andalan dan memberikan hasil terbaik,” tegasnya.
Kepada para duta olahraga yang akan bertanding, Mohan berharap agar dapat tetap memegang teguh disiplin, menjalani dengan penuh kesabaran. Tetap menjaga semangat kebersamaan dan kolektivitas, serta tetap mematuhi aturan-aturan dan pembinaan-pembinaan yang diberikan oleh pelatih masing-masing.
Dikatakan Mohan, dalam setiap pertandingan hanya ada dua pilihan, kalah dan menang. Akan tetapi yang tidak kalah penting, untuk menjadi juara harus melalui serangkaian proses terlebih dahulu. Kalah dan menang adalah hukum dalam setiap pertandingan, tapi untuk menjadi menang atau kalah harus melalui proses yang dilakukan dengan cara terhormat. “Menang terhormat, kalah pun dengan penuh kewibawaan,” pesannya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here