Beranda Headline Kunjungan Wisatawan Sebulan Menurun 3 Ribu

Kunjungan Wisatawan Sebulan Menurun 3 Ribu

BERBAGI
JHONI SUTANGGA /RADAR MANDALIKA MEMAPARKAN: Asdep Pemasaran 1 regional III Kemenpar, Muh Ricky Fauziyani saat memberikan data wisman masuk melalui BIL kemarin di Jakarta

MATARAM – Angka kunjungan wisatawan yang masuk melalui Bandara Internasional Lombok (BIL) menurun mencapai 3000 lebih setiap bulan, atau minus 29 persen jika dibandingkan tahun lalu pada periode yang sama.

Kementrian Pariwisata (Kemenpar) merilis data dimana, sejak Januari sampai September 2018 dimana kunjungan wisatawan dari rata-rata 7.773, sementara pada peridoe yang sama di tahun sebelumnya yaitu rata-rata mencapai 10.931 wisatawan. Penururan kunjungan itu tidak berarti disebabkan karena gempa yang terjadi di akhir Juli lalu, namun sejak dari Januari sampai terjadi gempa pun kunjungan itu sudah terlihat menurun. Kondisi itu seharunya sudah bisa dievaluasi diawal tahun alias tidak hanya menunggu saat terjadi sesuatu di salah satu obyek pariwasta tersebut.
“Data periode Januari sampai Juni terjadi penuruan dibandung periode 2017. Ini sebenarnya PR bersama kita,” ungkap Asisten Deputi Pemasaran 1 Regional III
Muh Ricky Fauziyani kemarin di Jakarta.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) di Januari 2018 wisatawan mancan negara yang masuk melalui BIL 5.535, Februari 5.800 wisman, Maret 9.880, April 10.218, Mei, 7.512, Juni 8.859, Juli 13.980, Agustus 4.308 dan Septmber 3.866. angka angka diatas menurun drastis jika dibdaningkan di tahun 2017 dimana Januari 9.394, Februari 8,775, Maret 11.305, April 13.204, Mei 11.792, Juni 9201, Juli, 12.468, Agustus 12.207 dan September 10.032.
“Rata rata selisihnya tiap bulan tiga ribuan,” bebernya.
Ricky menjelaskan, bahwa melihat kunjungan wisatwana ke NTB itu dilihat dua pola yaitu wisman mancanegara yang langusng mendarat di BIL dan satu Wisman yang berasal dari destinasi lain atau NTB menjadi destinasi kedua setelah merkea berkunjung ke daerah lain. Kepada pelaku industri pariwisata termasuk pemrintah daerah setepat sehaurnya bisa menganilasi setiap bulan untuk dijadikan bahan evaluasi bersama dan melakukan upaya pencegahan. Ia tidak bisa menjelaskan penyebabkanya namun ini berkaitan dengan pertama pola promosi yang kurang tepat mengingat promosi kaa dia bicara satu tahun sebelumnya. Artinya jik hari ini dilakukan promosi maka untuk melihat hasilnya tiga bulan sampai satu tahun kedepan. Kedua kata dia originalisai negara asal harus dijadikan satu fokus utama promosi. Misalanya dari data BPS tersebut ternya pengunjung didominasi dari negara Malaysia.
“Maka pasar utama kita harusnya Malaysia,” cetunya.
Seandianya terjadi penuruan malaysia mungkin karena jenuh dengan produk yang disuguhkan maka harus ada difresisaisi produk yang ditawarkan atau obyek obyek wisata baru dengan atraksi baru. Sama halnya dengan apa yang dilakukan Kementrian Pariwisat dimana dari 10 New Bali hanya memfokuskan beberap obyek saja seperti Kek Mandalika, Danau Toba dan juga Borobudur.
“Kalau semua mau ambil saya yakin kita nggak fokus dalam memberi promosi,” yakinya.
Disinggung dengan dukungan Kempar untuk kemajuan pariwisata NTB khususnya pasca gempa. Riki menjabarkan sekrang ini pemerintah telah memfasilitasi daerah bersama industri pariwasata untuk roudshow di lima daerah yaitu ke Batam, Bandung, Banjarmasin, Yogyayakrata dan terakhir di Jakarta. Dikegiatan itu juga terisi table top, sales mision, frametrip, belum lagi pemasangan di media untuk branding, Menpar mengaku sudah melakukan branding, advertising seling, sedangkan untuk destinasi lainnya pihaknya sudah melakukan kajian. Tidak sampai itu saja even ven yang ada di Lombok NTB tidak lepas dari peran Kemenpar meski bekerjasama dengan kemenetrian lainnya seperti baru kemarin Lomba Lari Marathon, kemudian Triarton dan dalam waktu dekat Senggigi Jazz. Di Sumbawa juga beberpa waktu yang lalu terselnggara Sail Moyo Tambora yang mana anggarannya dari Kemenpar semua.
“Kemnpar sudah bertekad membantu kepariwisataan NTB,” tegasnya . (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here