Beranda Headline Kecewa, ITDC Percuma Lakukan Pembangunan

Kecewa, ITDC Percuma Lakukan Pembangunan

BERBAGI
ITDC FOR RADAR MANDALIKA BELUM DITUTUP: Wajah dari udara Desa Prabu, Kecamatan Pujut dampak dari keberadaan tambang emas.

Sorot Keberadaan Tambang Emas Prabu

PRAYA—Mendadak, pihak PT. ITDC mengungkapkan rasa kekecewaannya kepada pemerintah. Penyebabnya, sampai dengan saat ini, keberadaan tambang emas di Desa Prabu, Kecamatan Pujut, Lombok Tengah tak kunjung ditutup. Sementara, sejumlah lokasi tambang masih beroperasi bebas. Jika ini dibiarkan, maka pihak PT ITDC sebagai pengembang kawasan ekonomi khusus (KEK) Mandalika, percuma lakukan pembangunan selama ini.
Salah satu pentolan ITDC, Wakil Direktur H Adi Sujono mengungkapkan, pihaknya dari ITDC sudah beberapa kali melayangkan surat penutupan tambang emas Prabu ke Pemerintah Kabupaten, Provinsi NTB, maupun Pusat. Namun surat yang dilayangkan itu belum ada respons hingga sekarang. Padahal, penutupan tambang itu penting demi perkembangan pariwisata selatan kedepanya.
“Kami sudah berulang kali melayangkan surat. Tapi tidak ada respons. Kalau begini percuma ITDC terus melakukan pembangunan,” keluhnya di hadapan wartawan di ruang kerjanya, kemarin.
Adi menyatakan, apalagi sekarang pemerintah sedang fokus untuk pengembangan pariwisata, sebab kemajuan sektor pariwisata ini akan berdampak pada sumber pendapatan ekonomi bagi pemerintah maupun masyarakat. Jadi lingkungan pariwisata harus dijaga. Tidak malah sebaliknya, dibiarkan rusak karena adanya tambang maupun galian pasir lainnya.
“Mulai sekarang kita harus memikirkan untuk bagaimana perkembangan wisata kedepanya,” tegasnya.
Adi mengungkapan, tambang itu dinilai akan menjadi kendala perkembangan objek wisata KEK Mandalika, sehingga harus dihentikan, tidak boleh dibiarkan begitu saja. Pemerintah Provinsi dan Pemkab diminta agar bertindak, jangan menunda-nunda lagi. Bila perlu, tahun ini juga klir. Karena, KEK Mandalika mulai membangun untuk infrastrukur maupun hotel –hotel sekarang ini.
“Dampak adanya tambang juga sangat fatal,” bebernya.
Adi menegaskan, pihaknya akan kembali mendesak pemerintah agar tambang itu segera ditutup, bahkan rencananya pihaknya akan kembali melayangkan surat dalam waktu dekat ke Gebernur NTB Zulkifleimansyah. Pihak ITDC berharap surat yang nantinya dilayangkan itu mendapatkan respons cepat. Dan tambang itu bisa ditutup segera. Apalagi, tambang itu diduga tidak berizin.
“Kami harapkan surat ini segera ditindaklanjuti,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Lombok Tengah, HL Moh Putria yang dikonfirmasi enggan berkomentar. “Supaya satu pintu, langsung ke Pak Sekda saja,” pinta Putria kepada wartawan. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here