Beranda Praya Metro Karang Sidemen Siap Tanggap Bencana

Karang Sidemen Siap Tanggap Bencana

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA PELATIHAN: Sejumlah Fasdes Karang Sidemen di sela-sela mengikuti pelatihan tentang Desa Tangguh Bencana, Selasa (27/11).

BKU —Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng terus berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat Loteng terhadap Pengurangan risiko bencana. Salah satunya dengan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Namun hingga kini baru tiga desa yang sudah ditetapkan, yakni Desa Kuta yang berbasatan dengan pantai, Desa Aik Berik tanggap pada persoalan longsor, dan Karang Sidemen yang berdekatan dengan Gunung Rinjani dalam mengantisipasi erupsi, banjir akibat ilegal loging, hingga kekeringan.
Kades Karang Sidemen, Sanah pada Radar Mandalika mengatakan, guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, di desa yang dipimpinnya sudah dibentuk Fasilitator Desa (Fasdes) bersama Kelompok Kerja (Pokja) beranggotakan 47 orang. Mereka terdiri dari Karang Taruna, komunitas peduli bencana, tokoh masyarakat, tokoh agama dan relawan.
“Pemerintah pusat menetapkan desa kami karena kondisi alam. Wilayah kami dekat Gunung Rinjani. Kita wanti-wanti adanya erupsi,” jelasnya.
Dikatakan, konsep Destana di Karang Sidemen sendiri yakni memiliki petugas yang siap sedia memberikan pengarahan kepada warga, bersikap jika ada korban jiwa, hingga melakukan evakuasi.
“Jalur evakuasi kita di Lapangan Desa Tanak Beak. Jadi kita tidak tunggu arahan BPBD dulu, kami sendiri yang bertugas memetakan adanya ancaman, kerentanan dan kapasitas bencana yang dihadapi hingga menuju evakuasi,” bebernya.
Ia meyakini, setelah Pokja dan relawan tangguh bencana ini sudah terbentuk, warga memiliki harapan untuk dievakuasi ke tempat yang aman. Terlebih dengan upaya Fasdes bakal memberikan peringatan dini berbasis masyarakat. Karena itu, ia berharap dengan penunjukan Desa Karang Sidemen menjadi Destana, pemerintah bisa menyiapkan fasiltas pendukung seperti armada, sekertariat, hingga alat operasional Fasdes Destana.
“Meski Fasdes dilatih pada program pengurangan risiko bencana secara dasar, namun harus disertai tindaklanjut agar mereka betul-betul bisa diberdayakan,” pungkasnya. (fiz)

F/TANGGUH BENCANA
IST/RADAR MANDALIKA
PELATIHAN: Sejumlah Fasdes Karang Sidemen di sela-sela mengikuti pelatihan tentang Desa Tangguh Bencana, Selasa (27/11).
Karang Sidemen Siap Tanggap Bencana

BKU—Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Loteng terus berupaya meningkatkan pengetahuan masyarakat Loteng terhadap Pengurangan risiko bencana. Salah satunya dengan membentuk Desa Tangguh Bencana (Destana). Namun hingga kini baru tiga desa yang sudah ditetapkan, yakni Desa Kuta yang berbasatan dengan pantai, Desa Aik Berik tanggap pada persoalan longsor, dan Karang Sidemen yang berdekatan dengan Gunung Rinjani dalam mengantisipasi erupsi, banjir akibat ilegal loging, hingga kekeringan.
Kades Karang Sidemen, Sanah pada Radar Mandalika mengatakan, guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, di desa yang dipimpinnya sudah dibentuk Fasilitator Desa (Fasdes) bersama Kelompok Kerja (Pokja) beranggotakan 47 orang. Mereka terdiri dari Karang Taruna, komunitas peduli bencana, tokoh masyarakat, tokoh agama dan relawan.
“Pemerintah pusat menetapkan desa kami karena kondisi alam. Wilayah kami dekat Gunung Rinjani. Kita wanti-wanti adanya erupsi,” jelasnya.
Dikatakan, konsep Destana di Karang Sidemen sendiri yakni memiliki petugas yang siap sedia memberikan pengarahan kepada warga, bersikap jika ada korban jiwa, hingga melakukan evakuasi.
“Jalur evakuasi kita di Lapangan Desa Tanak Beak. Jadi kita tidak tunggu arahan BPBD dulu, kami sendiri yang bertugas memetakan adanya ancaman, kerentanan dan kapasitas bencana yang dihadapi hingga menuju evakuasi,” bebernya.
Ia meyakini, setelah Pokja dan relawan tangguh bencana ini sudah terbentuk, warga memiliki harapan untuk dievakuasi ke tempat yang aman. Terlebih dengan upaya Fasdes bakal memberikan peringatan dini berbasis masyarakat. Karena itu, ia berharap dengan penunjukan Desa Karang Sidemen menjadi Destana, pemerintah bisa menyiapkan fasiltas pendukung seperti armada, sekertariat, hingga alat operasional Fasdes Destana.
“Meski Fasdes dilatih pada program pengurangan risiko bencana secara dasar, namun harus disertai tindaklanjut agar mereka betul-betul bisa diberdayakan,” pungkasnya. (fiz)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here