Beranda Praya Metro Inspektorat Mulai Turun ke Desa

Inspektorat Mulai Turun ke Desa

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA PERIKSA: Sejumlah tim audit dari Inspektorat Lombok Tengah sedang melakukan pemeriksaan di salah satu proyek desa di Kecamatan Janapria, beberapa waktu lalu.

Aswatara: Banyak Temuan Kesalahan Administratif

PRAYA —Inspektorat Lombok Tengah (Loteng) mulai turun melakukan pemeriksaan akhir tahun ke sejumlah desa. Hal ini sesuai dengan surat yang telah dilayangkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) beberapa waktu lalu. Hanya saja, sejauh ini baru beberapa desa yang pemeriksaannya sudah tuntas.
Inspektur Inspektorat Loteng, HL Aswatara menjelaskan, sembari berjalan pihaknya juga masih menunggu draft nama-nama desa yang sementara diutamakan untuk diaudit. Terutama beberapa desa yang kadesnya per 27 Oktober tidak lagi menjabat untuk periode berikutnya.
“Temuan sebagian besar karena kesalahan administrasi. Itupun terjadi tidak disengaja, melainkan karena ketidaktahuan Pemdes terhadap regulasi yang diberlakukan dalam pengadministrasian program yang dijalankan. Temuan kerugian negara juga ada. Tapi belum kita rekap, nanti diakhir baru jelas. Tapi kalau sedikit kita suruh kembalikan ke kas desa,” paparnya.
Ditambahkan, pemeriksaan akhir tahun ini dijalankan sesuai regulasi yang ada dan sebuah keharusan untuk dilakukan. Untuk itu, bagi desa-desa yang belum diaudit, ia berharap agar mempersiapkan diri. Jika ada administrasi yang belum tuntas, ia meminta untuk dilengkapi agar tidak menjadi persoalan yang berdampak pada munculnya temuan.
Terpisah, Kepala DPMD Loteng, Jalaludin beberapa hari lalu meminta pihaknya beberapa waktu lalu sudah meminta Inspektorat untuk melakukan pemeriksaan akhir masa jabatan kades dan akhir tahun anggaran. Untuk itu, desa-desa yang belum diaudit agar segera mempersiapkan sejumlah dokumen pendukung. Termasuk sejumlah program yang belum tuntas dikerjakan. Dengan harapan, setelah tahun anggaran selesai, program juga tuntas. “Kami tidak ingin ada Kades yang tersangkut hukum lagi,” pungkasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here