Beranda Lombok Barat Calon TKI Silakan Manfaatkan LTSA

Calon TKI Silakan Manfaatkan LTSA

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA PENGURUSAN: Beginilah suasana LTSA di Lobar usai dilaunching, kemarin.

LOBAR —Lombok Barat (Lobar) akhirnya memiliki kantor Layanan Terpadu Satu Atap (LTSA) untuk pengurusan dokumen Tenaga Kerja Indonesia (TKI) keluar negeri. Mengingat cukup tingginya jumlah warga Lobar yang menjadi TKI keluar negeri.
Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Lobar, Rusditah mengatakan, dalam kurun waktu dua tahun yakni dari 2017 sampai November 2018 terdapat 8.887 warga Lobar yang berangkat menjadi TKI.
“Sebanyak 4.500 orang di tahun 2017. Kalau sampai November 2018 ada sekitar 4.400 orang,” ungkapnya usai launching LTSA Lobar di kantor Disnaker Lobar, kemarin.
Angka tersebut belum termasuk para TKI yang berangkat secara ilegal. Dengan adanya LTSA ini menjadi salah satu upaya mencegah pengiriman TKI ilegal. Disnaker juga bekerja sama dengan PJTKI, agar TKI yang akan bekerja di luar negeri memiliki dokumen lengkap. “Kita juga akan sosialisasi dari kecamatan, hingga ke tingkat dusun. Untuk sama-sama mengelola TKI ini,” ujarnya.
Meski LTSA sudah dilaunching, Rusditah tidak membantah jika masih terdapat kekurangan alat untuk pengurusan dokumen dari Imigrasi. Pihaknya tetap berkoordinasi dengan pemerintah pusat terkait kekurangan alat tersebut. “Deputi Staf Kepresidenan sudah menyanggupi menjadi program. Tapi kalau tidak, pak Bupati mau mengusahakan,” sambungnya.
Menurutnya, kehadiran Imigrasi sangat penting dalam LTSA. Namun karena kurangnya alat pengurusan berkas keimigrasian seperti alat rekam untuk paspor dan sebagainya, pihak Imigrasi belum bisa hadir. Apalagi pengadaan alat itu tidak bisa dianggarkan oleh Pemkab. Sesuai Edaran Menteri Keuangan (Menkeu), pengadaan untuk itu hanya dilakukan oleh Imigrasi atau Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkuham).
Sementara Bupati Lobar, H Fauzan Khalid meminta Disnaker terus mensosialisasikan keberadaan LTSA. Mulai dari tingkat kecamatan hingga dusun, sehingga warga Lobar yang berniat menjadi TKI dapat mengurus dokumen keberangkatannya dengan mudah di LTSA. “Minat warga Lobar cukup tinggi untuk menjadi TKI,” sambungnya.
Selain itu, koordinasi dan komunikasi dengan dinas terkait yang berhubungan dengan TKI harus tetap dilakukan. Seperti Dinas Kesehatan untuk mengecek kesehatan TKI yang akan berangkat.
Di tempat yang sama, Deputi II Kepala Staf Kepresidenan, Yanuar Nugroho menerangkan jika LTSA hadir di sejumlah kabupaten/kota dengan angka pekerja migrannya yang cukup tinggi. Termasuk di Lobar.
Menurutnya dengan adanya LTSA itu membantu para pekerja migran untuk berangkat keluar negeri secara legal. Sebab cukup banyak kasus pekerja migran yang sulit dibantu pemerintah, lantaran status pekerja itu berangkat secara ilegal. “Tujuan pemerintah ingin memastikan bukan memerintahkan untuk datang. Tetapi pemerintah yang datang ke kabupaten,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Staf Ahli Bidang Kebijakan Publik Kementerian Ketenagakerjaan, Reyna Usman. Menurutnya, LTSA ini membantu mempermudah pengurusan dokumen keberangkatan TKI. Sehingga tidak ada alasan mengurus dokumen yang susah.
Mengenai TKI yang berangkat legal namun berkerja di luar negeri menjadi ilegal, pihaknya akan memberian pelatihan pra pemberangkatan. Sehingga para TKI nisa bekerja sesuai dengan kebutuhan yang dijanjikan. “Tapi yang harus diperkuat dulu atasnya. Dengan adanya LTSA ini,” pungkasnya. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here