Beranda Headline Beras Lenyap 13 Ton, Kepala Gudang Sengkol ‘Disikat’

Beras Lenyap 13 Ton, Kepala Gudang Sengkol ‘Disikat’

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA DIDISTRIBUSIKAN: Sejumlah buruh tengah mengangkut beras dari dalam gudang, beberapa waktu lalu.

PRAYA —Tim pengawas Badan Urusan Logistik (Bulog) Pusat bersam tim Bulog NTB turun melakukan pemeriksaan di Gudang Bulog Sengkol, Kecamatan Pujut, kemarin. Mereka turun menindak lanjuti kabar 13 ton beras lenyap. Mengetahui hal itu, pihak Bulog pun bertindak dan menonaktifkan (Sikat, Red) Kepala Gudang Bulog Sengkol.
Kasi Humas Bulog NTB, Agung Saranto mengatakan, tim yang turun memeriksa ini dilakukan pemeriksaan selama dua pekan. Dimana, awal diketahui adanya selisih stok beras ini pada bulan Oktober lalu. Saat itu, sedang dilakukan stok opename atau pemeriksaan stok di gudang setempat.
Hasilnya, awalnya ditemukan selisih sebanyak 18 ton dari jumlah stok sekitar 2.500 ton. Namun setelah kembali dicek antara pemasukan barang dan pengeluaran barang di gudang ditemukan lagi 5 ton beras. Sehingga jumlah selisih yang hingga sekarang masih belum ditemukan kemana ada 13 ton beras.
“Untuk kabar 40 ton yang hilang itu tidak benar. Yang benar hanya 13 ton,” tegasnya.
Dengan terdapatnya selisih tersebut, pihaknya langsung melaporkannya ke Bulog Pusat. Tim pun turun untuk mendalami laporan itu guna mengetahui kebenarannya. Namun bila benar ada 13 ton beras hilang, tentu kepala bulog setempat harus mempertanggung jawabkannya.
“Kalau untuk mengetahui kebenarnya tunggu kami selesai memeriksa selama dua minggu kedepanya,” katanya.
Dalam pemeriksaan ini, akan dilakukan secara teliti dan perhitunganya stok beras yang ada dalam gudang akan dilakukan secara perkarung. Artinya, stok beras yang akan dibongkar kemudian akan dipindahkan untuk memudahkan proses pemeriksaan. “ Sekarang kami langsung bongkar stok untuk persiapan hitung,” jelasnya.
Ditambahkan, pihaknya berharap dengan lenyapnya 13 beras ton itu, hanya terjadi kesalahan dalam perhitungan. Sebab, itu sering terjadi, bahwa ada selisih, tapi setelah dilakukan perhitungan ulang beras itu ada di gudang. “Mudahan saja kasusnya tidak seperti sebelumnya,” beber dia.

Sementara itu, Kepala Devisi Regional Bulog NTB, Ramlan UE menyatakan, setelah mendapatkan selisih stok 13 ton itu, pihaknya telah menerjunkan tim Satuan Pengawas Internal untuk melakukan penyelidikan atau mendalami kasus ini.
“Kami bukan sidak, kami hanya melakukan pendalaman terhadap selisih itu saja,” katanya di Sengkol.
Dia menegaskan, dengan kejadian itu, pihaknya telah menonaktifkan Kepala Bulog Sengkol dan menggantikan dengan orang baru. “Kita langsung ganti Kepala Bulog setelah ada kasus itu,” beber dia. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here