Beranda Praya Metro 60 Warga Lingkar KEK Diberikan Pelatihan

60 Warga Lingkar KEK Diberikan Pelatihan

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA PELATIHAN: Pihak ITDC bersama dengan LPJK memberikan pelatihan ke warga lingkar KEK Mandalika, kemarin.

PRAYA — PT. Indonesia Tourisem Development (ITDC) bekerjasama dengan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK), memberikan pelatihan beserta sertifikasi tenaga terampil kontruksi bagi 60 warga dari desa penyangga di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika, kemarin.
Pelatihan ini akan dilaksanakan dalam jangka tiga hari bertempat di kantor ITDC. Untuk bekerja pada proyek itu, warga harus mempunyai sertifikasi tenaga terampil konstruksi dari lembaga terkait.
Kadiv Projeck Engineering The Mandalika, I Putu Trisna Wijaya menyampaikan, ITDC memberikan pelatihan untuk konstruksi ke warga perwakilan dari empat desa yang masuk dalam lingkar kawasan KEK ini. Namun kali kedua ini, perwakilan warga dari Desa Mertak, Sukadana, Sengkol dan Desa Kuta khusus diberikan pelatihan menjadi tukang batu, cat dan kayu.
Dia menegaskan, pihaknya sengaja memberikan pelatihan kepada warga untuk mempersiapkan jauh sebelumnya tenaga yang andal dalam bidang konstruksi. Sehingga kedepan, jika KEK Mandalika sudah mulai beroperasi maka pihaknya gampang untuk mencari tenaga yang berasal dari warga lokal. Selain itu, pihaknya tidak menginginkan warga setempat tidak menjadi penonton.
“ Makanya kita latih agar mereka ahli,” ungkapnya.
Dalam pelatihan itu, mereka bukan hanya akan diberikan berupa meteri saja, namun mereka juga akan langsung ditest cara bekerja dalam bidang konstruksi. Seperti bagaimana cara mengecat bangunan atau membangun bangunan dengan batu dan masih banyak lainnya. Setelah mereka bisa, baru mereka bisa mendapatkan sertifikat dari lembaga yang ditujuk untuk memberikan pelatihan.
“Sertifikasi tukang yang diberikan itu juga sangat bermanfaat bagi warga,” kata dia.
Untuk mendapatkan sertifikasi itu, tidak gampang, mereka harus melalui pelatihan dan pratik khusus untuk pertukangan. Oleh karenanya, pihaknya meminta agar warga untuk benar –benar mengikuti pelatihan yang diberikan oleh narasumber yang telah ditentukan atau dari lembaga terkait tersebut.
“Kami harapkan setelah warga mendapatkan sertifikasi tukang itu. Selain akan membuat mereka gampang mendapatkan pekerjaan, bisa memperbaiki taraf ekonominya sendiri,” yakin dia.

Di tempat yang sama, Tenaga Ahli Trening LPJK, Ahmad Rumtandi menyampaikan, dengan sertifikasi merupakan bagian dari upaya percepatan pemerintah untuk memastikan kompetensi dan standar mutu pekerja konstruksi. Menurut dia, ketika seorang tenaga terampil konstruksi diakui kompetensinya, maka dia akan memiliki daya saing sendiri dalam bekerja.
“Sertifikasi merupakan upaya LPJK bersama ITDC untuk memastikan tenaga terampil kita benar-benar memiliki kualifikasi yang dibutuhkan di sektor konstruksi dalam proyek pembangunan di KEK kedepanya,” katanya. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here