Beranda Lombok Timur Upaya Bapenda Tangani Pasar Rusak Akibat Gempa

Upaya Bapenda Tangani Pasar Rusak Akibat Gempa

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA RUSAK: Pasar Rakyat Terara, salah satu pasar yang mengalami kerusakan akibat bencana gempa bumi beberpa waktu lalu.

Perbaiki Bangunan Pasar, Anggarkan Rp 1,5 Miliar

Lotim memiliki 37 pasar. Akibat gempa bumi beberapa waktu lalu, banyak pasar mengalami kerusakan. Sudah dianggarkan untuk perbaikan, agar transaksi ekonomi di pasar kembali normal.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
PASAR merupakan salah satu aset yang memiliki sumbangsih besar sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) Lombok Timur (Lotim). Memang kabupaten ini memiliki wilayah cukup luas dan jumlah penduduk mencapai 1,3 juta jiwa lebih. Namun hanya 37 pasar yang dikelola Pemerintah Daerah (Pemda) Lotim, melalui Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Lotim. Selebihnya, pasar rakyat dikelola desa. Bahkan banyak pasar mingguan di pelosok-pelosok desa, yang sama sekali tidak memberikan sumbangsih pada daerah. Tentu, hal-hal seperti itu harus menjadi perhatian dan kajian bersama.
Memang target PAD dipatok dari pasar, tergolong tinggi. Namun target itu, tidak sejalan dengan kondisi pasar di lapangan, yang masih banyak belum diminati pedagang. Satu contoh pasar Masbagik, Pasar Tanjung dan beberapa pasar lainnya. Alih-alih sewa pertahunnya dianggap terlalu menguras saku pedagang, sehingga banyak pedagang yang ogah menyewa kios maupun Rumah Toko (Ruko) yang ada di pasar.
Meski kondisi lapangan demikian, Bapenda tetap bekerja keras bagaimana memenuhi target PAD dengan cara jemput bola. Selain tetap melakukan pengawasan dan pembinaan pada kepala pasar. Pengawasan ketat dilakukan, karena diduga banyak kepala pasar menyetorkan ke pemerintah, tidak sesuai dengan hasil pungutan di lapangan. Pemerintah jelas-jelas dirugikan oleh ulah kepala pasar nakal. Sehingga wajar, Bapenda memberikan tindakan tegas dengan melakukan pemberhentian, karena tak bisa dibina. Satu contoh seperti Kepala Pasar Pancor, diberhentikan karena hasil pungutan diduga lebih banyak masuk kantong daripada pada kas daerah.
Lain Bupati, tentu lain kebijakan. Masa pemerintahan Bupati Lotim HM Sukiman Azmy, yang didampingi Wabup Lotim H Rumaksi, mengeluarkan kebijakan penyesuaian tarif sewa Ruko yang ada disemua pasar dikelola Bapenda. Kebijakan penyesuaian tarif ini, tidak lain agar roda ekonomi masyarakat tetap jalan, dan pedagang tidak merasa tercekik. Akibat penyesuaian tarif, tentu berimbas pada jumlah PAD akan diperoleh pemerintah pada tahun 2019 mendatang. Pastinya, kebijakan itu diambil sudah melalui proses kajian secara mendalam.
Akibat bencana gempa bumi beberapa waktu lalu, tidak saja merusak rumah warga dan beberapa fasilitas tempat ibadah, maupun sekolah. Tetapi juga membuat bangunan pasar mengalami keretakan, dan bisa mengancam keselamatan pedagang. Beberapa pasar yang menjadi prioritas utama dilakukan perbaikan adalah pasar Apitaik, pasar Labuhan Lombok, Pringgabaya, Masbagik dan beberapa pasar lainnya. Guna memperbaiki sejumlah kerusakan bangunan pasar ditimbulkan bencana gempa bumi, pemerintah Lotim, mengalokasikan anggaran Rp 1,5 miliar.
Bapenda akan melakukan pemetaan, mana pasar paling parah dan mana tidak parah, sehingga jelas berapa kebutuhan anggaran rehab masih-masing pasar. Karena bagaimana pun, hasil tim teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) terhadap beberapa pasar seperti Labuhan Lombok direkomendasikan lantai dua tidak ditempati karena parah. Secara spesifikasi detail dibutuhkan biaya untuk perbaikan, belum diperoleh dari tim teknis PUPR.
“Kalau pasar-pasar ini tidak segera dilakukan perbaikan, imbasnya kemacetan lalulintas akan terjadi. Imbas lainnya, penghasilan dari lahan parkir juga hilang, karena menjadi tempat sementara pedagang, sehingga perlu beberapa pasar besar ini menjadi prioritas,” kata Salmun Rahman, Kepala Bapenda Lotim. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here