Beranda Headline Siaga Hadapi Bencana, Madayin Diganjar 100 Juta

Siaga Hadapi Bencana, Madayin Diganjar 100 Juta

BERBAGI
IST/ RADAR MANDALIKA SIMULASI: Tampak tim kampung siaga bencana saat melakukan simulasi pengangkatan korban gempa disaksikan Direktur Fakir Miskin Kemensos RI, Bupati Lotim, pejabat provinsi dan pihak terkait lainnya, kemarin.

LOTIM – Sejak pertama kali terjadi gempa bumi, masyarakat Desa Madayin Kecamatan Sambelia Lombok Timur (Lotim) dinilai cukup siaga menghadapi bencana. Sebagai bentuk apresiasi atas kesiapsiagaan masyarakat setempat saat terjadi gempa, Bupati Lotim HM Sukiman Azmy menghadiahi Desa Madayin Rp 100 juta.
Dana bantuan itu, diberikan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) tahun 2019. Dalam bentuk apakah nanti bantuan tersebut, akan dirundingkan bersama pemerintah desa, lembaga desa, dan kelompok kampung siaga bencana desa setempat. Namun yang jelas, nilai bantuan itu Rp 100 juta. Bupati langsung memerintahkan Sekretaris Daerah (Sekda), untuk mengatur anggaran tersebut.
“Kami berharap, pemerintah Provinsi NTB juga bisa memberikan apresiasi pada Desa Madayin, atas kesiapsiagaannya menghadapi bencana waktu lalu,” kata HM Sukiman Azmy, dalam kegiatan Bulan Bhakti Kesetiakawanan Sosial (BBKS), Hari Kesetiakawanan Sosial (HKSN), serta Bakti Sosial (Baksos) memperingati HUT ke-60 Provinsi NTB, di Desa Madayin, kemarin.
Lanjut Sukiman, saat simulasi siaga bencana dilakukan kampung siaga bencana Desa Madayin, sudah diperlihatkan bagaimana teknis dan mekanisme penanggulangan bencana di tingkat desa. Tentu, sebagai manusia dan atasnama pemerintah, tidak menghendaki terjadi musibah bencana.
Namun sambung Sukiman, kewaspadaan dan kesiapsiagaan harus tetap dilakukan jika sewaktu-waktu terjadi bencana. Arinya, kampung siaga bencana akan membantu masyarakat untuk selalu siap. Para kaum perempuan juga sudah dicontohkan, bagaimana mengangkut peralatan dapur dan membentuk dapur umum. Namun demikian, pihaknya berdoa, tidak lagi ada bencana datang menerpa daerah ini.
“Saya berharap tidak lagi ada datang bencana. Cukup musibah kemarin adalah bencana yang terakhir,” harap Sukiman.
Mengenai kegiatan jalan sehat dilakukan pemerintah [rovinsi melalui Dinas Sosial di Madayin, sangat disyukurinya. Baginya, jalan sehat, bernyanyi bersama dengan korban gempa adalah bagian dari cara merubah duka dengan suka cita.
“Bagi saya, ini bagian dari trauma healing. Saya sangat bersyukur sekali melihat masyarakat saya bisa bersuka cita. Apalagi, disiapkan banyak jenis hadiah undian jalan sehat,” pungkas orang nomor satu di Lotim ini. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here