Beranda Praya Metro IRT Dilatih Olah Minyak Kelapa

IRT Dilatih Olah Minyak Kelapa

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA DILATIH: Sejumlah ibu rumah tangga Desa Barejulat dilatih pengolahan minyak kelapa murni oleh Pemdes setempat, kemarin.

JONGGAT —Puluhan ibu rumah tangga di Desa Barejulat, Kecamatan Jonggat mengikuti pelatihan kerajinan pengolahan minyak kelapa yang diprogramkan oleh Pemdes setempat selama dua hari terakhir. Para peserta merupakan perwakilan dari masing-masing dusun dari 11 dusun yang ada.
Mahlil, tutor pelatihan menjelaskan, pelatihan pengolahan minyak kelapa murni atau Virgin Coconot Oil (VCO) ini sangat potensial jika di kembangkan di Barejulat. Sebab, dengan potensi sumber daya alamnya, bahan dasar kelapa tidak sulit dijumpai. Tinggal bagaimana warga serius menggeluti apa yang dilatih selama dua hari ini. Mulai dari pemilihan kelapa, pengambilan santan, penghalusan daging kelapa hingga menghasilkan minyak kelapa murni.
“Minyak kelapa murni ini bisa digunakan sebagai bahan dasar minyak telon, bahan dasar kosmetik dan barang bermanfaat lainnya,” ujarnya.
Dengan 15-20 kelapa tua lanjut dia, bisa menghasilkan 1 liter minyak VCO dan 0,2 minyak jelengan.
“Selama ini sudah banyak warga yang melakukan pengolahan ini tapi untuk pemasarannya, mereka dengan mandiri mencari peluang pasar,” ungkap pria yang juga Direktur BUMDes Bina Sejahtera Desa Barejulat ini.
Namun ke depan tambahnya, semua peserta yang berjumlah 5 orang per dusun ini akan terus dibina oleh BUMDes. Selain itu, mereka akan mengajarkan warga lain di dusun agar pengembangannya bisa lebih luas. Sehingga, dengan demikian untuk pemasarannya, BUMDes akan mencoba pola lain. Apakah membeli hasil olahan warga atau warga yang menjualnya langsung ke pasaran dengan bantuan BUMDes. Akan tetapi, untuk sementara ini yang terpenting, setelah pelatihan ini warga bisa serius mengembangkannya.
“Untuk brand perizinan dari Dikes melalui BPOM, Dinas Peridustrian, Perizinan Terpadu dan MUI untuk sertifikat halal. Kita sudah lakukan komunikasi. Tinggal kesiapan dan keseriusan warga untuk mengembangkannya setelah kita latih,” terangnya.
Sementara itu, Kaur Keuangan Desa Barejulat, Hurairi mengutarakan, dengan pelatihan ini, besar harapan Pemdes bisa melebarkan pengembangan potensi ini. Karena memang, usaha ini sangat menjanjikan.
“Kita mengalokasikan dana sebanyak Rp 33 juta untuk pelatihan ini, satu paket dengan pelatihan produksi pakan ikan. Kalau peserta serius, dari desa akan berdayakan malalui BUMDes,” pungkasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here