Beranda Headline Dukun Pengganda Uang Diciduk

Dukun Pengganda Uang Diciduk

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA TUNJUKKAN: Pihak Polres Lobar menunjukan barang bukti uang penipuan di Makopolres Lobar, Senin (3/12).

LOBAR —Ada-ada saja cara orang memperoleh uang secara tidak halal. Baru-baru ini, Satreskrim Polres Lombok Barat (Lobar) menciduk dua terduga pelaku penipuan. Mereka adalah AL, 53 tahun warga Desa Karang Bongkot, Kecamatan Labuapi. Dan M, 51 tahun warga Dusun Pelabu, Desa Kuripan Selatan, Kecamatan Kuripan. Modus penipuan yang dilakukan kedua pelaku terbilang cukup unik. Pelaku menjanjikan dapat menggandakan uang, hingga berhasil menipu korbannya Rp 500 juta.
Penangkapan kedua pelaku berdasarkan laporan dari korban yang menaruh curiga. Lantaran hingga waktu dijanjikan, uang yang diserahkan tak kunjung dikembalikan berlipat ganda. “Dasarnya laporan polisi nomor 479/XI/ 2018, Tim Opsnal yang dipimping langsung Kasatreskrim AKP Prio berhasil mengamankan dua tersangka kasus penipuan dengan modus penggandaan uang,” ungkap Kapolres Lobar, AKBP Heri Wahyudi yang ditemui di Makopolres Lobar, Senin (3/12).
Menurut Heri, kedua pelaku ditangkap di kediamannya masing-masing tanpa perlawanan. Berdasarkan keterangan korban bernama Najamudin, warga Jempong Barat Kota Mataram. Ia ditawari pelaku AL dapat melipatgandakan uang melalui perantara dukun yakni M. Mendapat iming-iming itu, Najamudin tergoda. Tanpa piker panjang, korban menyerahkan uang Rp 2 juta.
“Oleh tersangka, uang Rp 2 juta dijanjikan akan digandakan menjadi Rp 20 juta. Begitu juga uang Rp 10 juta akan digandakan menjadi Rp 100 juta,” beber Heri.
Meski uang yang dijanjikan tak kunjung menampakkan hasil, AL kembali meminta uang Rp 3 juta dengan iming-iming menjadi Rp 30 juta. Hal itu terus berulang, selama tiga bulan terakhir. Dengan nominal uang bervariasi, hingga total Rp 500 juta.
Menaruh curiga, Najamudin mulai menagih uang tersebut kepada tersangka. Namun sayang, janji manis pelaku yang berjanji akan memberikan uang itu pada hari dan tanggal tertentu, tak terealisasi. Korban semakin curiga. Terlebih alasan pelaku berpura-pura belum mendapat petunjuk dari dukun. “Korban merasa curiga dan melapor Ke polres,” katanya.
Peran pelaku M, kata Heri bertindak sebagai dukun yang melakukan penggandaan. Sementara uang hasil penipuan itu dipakai tersangka. Salah satunya untuk merenovasi ruangan sebagai pendukung prosesi penggandaan uang.
Dari tangan kedua pelaku diamankan sejumlah uang dan kwitansi penyetoran kepada tersangka. Polisi belum bisa memastikan jumlah korban yang mungkin pernah ditipu oleh kedua pelaku tersebut.
Salah seorang pelaku AL mengaku sudah melakukan penipuan itu sejak April lalu. Ia mengaku hanya bertugas sebagai perantara yang membawa korban ke rumah pelaku M. Sebab M sendiri yang menyakinkan korban jika dia dapat menggandakan uang. “Saya tidak dipercaya oleh korban. Jadi saya ajak korban ke rumah (M),” ujarnya.
Kini kedua pelaku sudah diamankan di Makopolres Lobar untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Atas perbuatannya itu, kedua pelaku disangkakan pasar 378 KUHP tentang penipuan dengan penggelapan. Ancaman hukuman penjara paling lama 4 tahun. (win/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here