Beranda Lombok Barat Utang RSUD Tripat Rp 5 Miliar

Utang RSUD Tripat Rp 5 Miliar

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA drg H Arbain Ishak

LOBAR —Pembayaran klaim BPJS Kesehatan belum juga seluruhnya diterima oleh RSUD Tripat Gerung. Bahkan angka piutang itu sisanya mancapai sekitar Rp 5 miliar untuk Oktober-November 2018.

Hal ini diungkapkan Direktur Utama (Dirut) RSUD Tripat Gerung, drg H Arbain Ishak. Menurutnya meski sebelumnya awal bulan November sudah ada pembayaran Rp 3 miliar. Namun pihaknya sudah mengajukan untuk klaim yang bulan berikutnya.
“Jadi begitu sudah dibayar, kita ajukan lagi bulan berikutnya. Jadi dia kembali lagi, ini juga belum kita ajukan untuk bulan November,” ungkapnya saat ditemui selepas menghadiri acara di DPRD Lobar, kemarin.
Tidak dipungkiri kondisi itu mempengaruhi beberapa pembayaran untuk obat dan sebagainya. Mengatasi itu pihaknya meyakinkan pihak ketiga yang bekerjasama dengan RSUD plat merah itu atas kondisi itu.
Kondisi keuangan itupun dipastikan Arbain tidak akan membuat pelayanan kepada masyarakat terganggu. Sebab pihaknya tetap berkomitmen memberikan pelayanan kesehatan optimal kepada masyarakat.
“Alhamdulillah kondisinya sudah mulai membaik dengan kondisi keuangan yang sekarang,” sambungnya.
Bukan hanya permasalahan klaim BPJS yang belum terbayar. RSUD tripat juga harus menanggung beban bansos pelayanan kesehatan bagi masyarakat yang tidak tercover BPJS yang melebihi Rp 5 juta. Seperti dikatahui Pemkab Lobar hanya mengaggarkan dana bansos bagi warga kurang mampu sebesar Rp 5 juta untuk biaya pengobatan. Sehingga untuk menutupi kekurangan biaya masyarakat, RSUD yang menanggungnya.
“Sampai saat ini permasalahan tatkala masyarakat membutuhkan biaya pengobatan lebih dari Rp 5 juta. Jadi kalau lebih dari itu, tambahan untuk menutupi kekurangan kita tanggung bebannya,” jelasnya.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi IV DPRD Lobar, Munawir Haris mengaku bahwa pihaknya tetap mendukung pihak RSUD dalam mengatasi kendala yang dihadapi. Sehingga pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan.
Terkait dengan hibah bantuan masyarakat miskin yang belum tercover BPJS itu, Pemkab Lobar sudah menganggarkan sekitar Rp 2,5 miliar untuk 25 ribu orang.
Hal ini sedikit terkendala dengan data yang belum valid. Sebab dari 119 desa, baru sekitar 10 desa yang sudah memvalidkan datanya. (win)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here