Beranda Mataram Predikat DTU Harus Dipertahankan

Predikat DTU Harus Dipertahankan

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA TERA ULANG: Seorang petugas sedang menera ulang timbangan milik pedagang di pasar. Tahun 2018, Kota Mataram menjadi satu dari 12 kabupaten/kota di Indonesia sebagai daerah tertib ukur (DTU).

MATARAM —Kota Mataram akan menerima anugerah daerah tertib ukur (DTU) untuk tahun 2018. Anugerah akan diserahkan Menteri Perdagangan (Mendag) di Bandung, Jawa Barat pada tanggal 6 Desember mendatang. “Anugerah DTU akan diserahkan Menteri Perdagangan, dan diterima Wali Kota Mataram,” kata Kepala Dinas Perdagangan Kota Mataram, L Alwan Basri, kemarin.
Salah satu kriteria sehingga DTU bisa diraih adalah, 50 persen pasar sudah tertib ukur. Diketahui, Kota mataram memiliki 19 pasar. Sebanyak 10 pasar diantaranya sudah tertib ukur, sejak tahun 2015 hingga 2017. Antara lain pasar Dasan Agung, Mandalika, Perumnas, ACC, Kebon Roek, Pagesangan, Pagutan, Abian Tubuh, dan Sindu.
Sementara sembilan pasar sisanya, akan didaftarkan sebagai pasar tertib ukur pada tahun 2019. “Sembilan pasar kita daftarkan lagi di tahun 2019 sebagai pasar tertib ukur,” ujarnya.
Untuk tahun ini, Kota Mataram menjadi DTU bersama 12 kabupaten/kota di indonesia. Setelah gelar DTU di tangan, alwan memastikan, pihaknya akan secara rutin dan masif melakukan pendataan serta sosalisasi. Pendataan utamanya untuk alat-alat ukur di luar pasar. “Utamanya yang di luar pasar belum didata. Sehingga butuh pelibatan masyarakat dan unsur lainnya untuk memberikan informasi ke kami bila ada timbangan yang belum terdata.” kata dia.
Pendataan ulang itu akan menjadi bahan untuk mendaftarkan kembali sebagai DTU pada tahun 2019. “Sosialisasi dan pengawasan tetap kita lakukan. Selain pemerintah, bagaimana juga peran swasta dan masyarakat sangat dibutuhkan. Diraihnya DTU ini sebagai penyemangat untuk meningkatkan peran masing-masing, ” tandasnya.
Sebelum ini, Tim Evaluasi dan Penilaian Daerah Tertib Ukur (DTU) dari Kementerian Perdagangan RI telah mendatangi Kota Mataram. Tim penilai melakukan evaluasi dan penilaian, serta peninjauan di lapangan. ”Tim juga memvalidasi semua kegiatan-kegiatan yang ada di wilayah Kota Mataram,” kata Ketua Tim Evaluasi dan Penilaian Daerah Tertib Ukur dari Kemenetrian Perdagangan RI, Haris Sutanto Broto saat bertandang ke Kota Mataram, Oktober lalu.
Di Kota Mataram terdata Ukur Takar Timbang Perlengkapannya (UTTP) sebanyak 16.933 buah. Sedangkan Barang Dalam Keadaan Terbungkus (BDKT) sebanyak 25 produsen. Selain pendataan, tim dari Dinas Perdagangan juga selalu melakukan pengawasan serta penyisiran di dalam maupun di luar pasar. Untuk pengawasan yang di luar pasar, Tim bekerjasama dengan Satpol PP dan kepolisian.
Sebagai informasi, Pemerintah Kota Mataram telah ikut menandatangani komitmen kerja dalam rangka pembentukan Daerah Tertib Ukur (DTU) tahun 2018. Pembentukan Daerah Tertib Ukur merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan citra Kota Mataram dan memberikan jaminan kebenaran atas hasil pengukuran dalam setiap transaksi perdagangan, pelayanan kepentingan umum dan pelaksanaan peraturan perundang-undangan.
Potensi alat Ukur, Takar, Timbang dan Perlengkapannya (UTTP) di Kota Mataram saat ini mencapai 228 ribu. Dari jumlah UTTP tersebut, sebagian besar dipergunakan di rumah tangga pelanggan listrik dan air, pasar rakyat dan pasar modern, pusat perbelanjaan, unit layanan kesehatan termasuk posyandu, jasa transportasi dan pengiriman barang. SPBU dan SPPBE serta perusahaan yang menghasilkan Barang Dalam Keadaan Terbungkus.
Sedangkan, jumlah pasar yang telah mendapatkan penetapan sebagai pasar tertib ukur sampai dengan tahun 2017 sebanyak 10 pasar. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here