Beranda Mataram Mataram Butuh Gedung Evakuasi

Mataram Butuh Gedung Evakuasi

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA Dedy Supriadi

MATARAM —Kota Mataram rawan diterjang bencana. Semisal banjir, air laut pasang hingga gempa seperti yang terjadi beberapa bulan lalu. Melihat potensi bencana yang mungkin terjadi, Mataram sudah saatnya memiliki gedung evakuasi bencana. Namun, keinginan memiliki gedung evakuasi masih sebatas angan-angan.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Mataram, Dedy Supriady mengatakan, keberadaan gedung evakuasi sangat penting. Sebab, Mataram merupakan salah satu dari 10 kabupaten/kota di NTB yang memiliki enam jenis bencana dari 10 jenis bencana yang kerap terjadi di provinsi ini. “Gedung itu sebagai tanggap darurat dan antisipasi penanggulangan bencana. Terutama di kawasan pesisir Pantai Ampenan yang merupakan lokasi rawan bencana gelombang pasang,” katanya.
Dedy menambahkan, wacana pembangunan gedung evakuasi sudah mencuat dan diusulkan sejak tahun 2014. Bahkan survei lokasi untuk pembangunannya telah dilakukan sekitar tahun 2016 di sekitar kawasan pesisir Penghulu Agung.

Namun hingga saat ini, wacana tersebut belum bisa ditindaklanjui lagi karena pemerintah masih kekurangan dana. “Percuma kita usulkan dan meminta terus kalau anggarannya tidak ada,” katanya.
Selain gempa disertai tsunami, bencana lainnya yang mengancam wilayah Mataram adalah banjir, kebakaran permukiman, gelombang pantai dan abrasi serta rawan konflik sosial. Untuk itu, upaya antisipasi terus dilakukan agar masyarakat siap dan tetap waspada terhadap bencana. Termasuk antisipasi untuk anggaran penanganan kebencanaan. “Kita tetap berdoa agar kota ini bisa terhindar dari bencana,” ujarnya.
Ketika gedung evakuasi masih sekadar wacana, BPBD hanya bisa melakukan langkah antisipasi dan mitigasi bencana. Melalui kegiatan sosialisasi kepada masyarakat untuk mengurangi risiko bencana. Sosialisasi mitigasi bencana selain dilakukan kepada masyarakat umum, juga dilaksanakan kepada kalangan pelajar bekerjasama dengan pihak sekolah. Dengan harapan, masyarakat dan pelajar yang sudah mendapatkan edukasi mitigasi bencana bisa meneruskan kepada warga lainnya dan teman sebayanya.
Bahkan diakui Dedy, akhir-akhir ini dari pihak perusahaan cukup aktif meminta BPBD memberikan edukasi mitigasi bencana terhadap karyawannya. Seperti PLN dan Bank Bali.(rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here