Beranda Headline Jangan Permainkan Bantuan Rehab!

Jangan Permainkan Bantuan Rehab!

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA RUSAK: Salah satu kondisi sekolah yang rusak akibat gempa dan saat ini sudah mulai dikerjakan.

PRAYA —Dinas Pendidikan Lombok Tengah memberikan ultimatum atau peringatan keras kepada kepala sekolah yang mendapatkan bantuan rehabilitasi bangunan sekolah. Mengingat bantuan rehabilitasi sekolah terdampak gempa yang klasifikasi ringan dan sedang dikerjakan secara swakelola. Sehingga sangat diharapkan dengan sistem pengerjaan secara swakelola, tidak dimanfaatkan oleh oknum kepala sekolah yang hanya ingin mengambil keuntungan semata.
“Semoga proses pengerjaannya berjalan dengan lancar. Kemudian bagi yang mengerjakan juga diharapkan bisa amanah. Jangan sampai swakelola ini dimanfaatkan untuk keuntungan,” tegas Kepala Dinas Pendidikan Lombok Tengah, H Sumum, kemarin.
Sementara itu, bantuan dari pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) tersebut saat ini sudah mulai dikerjakan. Baik untuk jenjang SD maupun SMP. Di beberapa sekolah sedang dalam proses pengerjaan ruangan yang terkena dampak gempa. Dalam hal ini, untuk mengawal realisasi bantuan tersebut perlu ada pengawasan secara bersama dari semua pihak. Tidak hanya Dinas Pendidikan saja, namun juga pengawasan dari masyarakat sekitar juga sangat diperlukan. Selain itu, pihaknya berharap dalam prosesnya tidak ada kendala yang ditemui. Apalagi saat ini, sudah memasuki musim penghujan sehingga dikhawatirkan akan menghambat segala prosesnya.
“Kita berharap tidak ada kendala yang menghalangi prosesnya. Sehingga pengerjaan bisa tepat waktu,” tuturnya.
Dalam hal ini, untuk setiap pengerjaannya, sekolah diberikan batas waktu pengerjaan. Sesuai dengan harapan pemerintah, pengerjaan bantuan harus selesai dengan batas waktu yang sudah ditentukan, yakni Desember. Akan tetapi, batas waktu yang sudah diberikan tersebut bisa ditolerir. Mengingat ini merupakan bantuan rehabilitasi pascabencana gempa bumi. Apalagi bantuan yang diberikan khususnya untuk jenjang SMP baru bisa diterima pada akhir November lalu. Sehingga untuk sementara penyelesaian pekerjaan diperbolehkan lewat dari batas waktu yang ditentukan.
“Sebagian besar sekolah sudah mendapatkan bantuan. Kalaupun ada yang belum, nanti akan dipikirkan,” ujarnya.
Total keseluruhan sekolah yang terdampak gempa dan mendapat bantuan sebanyak 76 untuk jenjang SD. Sedangkan untuk jenjang SMP sebanyak 64 sekolah. Dengan klasifikasi kerusakan ringan dan sedang. Sedangkan beberapa sekolah lainnya mengalami rusak berat dan akan ditangani PUPR.
Sebelumnya, banyak sekolah lain mengeluh tidak pernah mendapat bantuan. Terutama yang kondisi gedungnya sudah tidak layak. Namun bantuan kali ini diberikan sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan.
“Ini khusus diberikan untuk sekolah yang terdampak gempa saja. Sedangkan untuk yang lain nanti pasti akan ada bantuan dari sumber lain,” pungkasnya.. (bam/r2/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here