Beranda Headline Dua Cakades Nolak, Panitia Jalan Terus

Dua Cakades Nolak, Panitia Jalan Terus

BERBAGI
TARNADI/RADAR MANDALIKA PLENO: Situasi di luar aula kantor Camat Prateng saat dilakukan pleno rekapitulasi suara di TPS 6, kemarin.

PRAYA —Polemik hasil Pilkades Lajut, Kecamatan Praya Tengah Lombok Tengah masih belum berujung. Dimana, saat panitia Pilkades melakukan pleno rekapitulasi perolehan suara untuk TPS 6 di aula kantor camat setempat. Dua Cakades menolak dengan cara menyampaikan mosi tidak percaya di hadapan semua panitia, anggota BPD, saksi Cakades nomor urut 1 dan lainnya. Hal itu dilakukan dengan berbagai alasan dan pertimbangan.

Cakades nomor urut 3, Abdul Manap di hadapan peserta pleno menegaskan, dirinya menilai pleno lanjutan hari ini (kemarin, Red) tidak memiliki landasan hukum yang jelas. Pasalnya, dilaksanakan satu bulan setelah Pilkades digelar. Mestinya, ketika ada polemik pada saat pleno sehari setelah Pilkades itu. BPD harus tegas agar Pleno bisa berlanjut dan meminta aparat keamanan menjamin keamanan pelaksanaan pleno. Bukan malah melayangkan laporan pelaksanaan Pilkades ke bupati yang notabenanya tahapan Pilkades belum tuntas. Belum lagi, kotak suara ini sudah lama keluar dari Desa Lajut. Oleh karena itu, atas dasar tersebut pihaknya sudah tidak percaya atas apa yang dilakukan panitia saat ini.
“Siapa yang menjamin kotak suara ini tetap utuh seperti dulu,” tanyanya.

Sementara, Cakades nomor urut 2, Abdullah juga menolak dirinya dan Cakades nomor urut 3 atas pleno lanjutan hari ini, bukan tanpa alasan dan tanpa berlandasan hukum. Ia mencontohkan, panitia tidak melaksanakan atau menyelesaikan pleno rekapitulasi semua TPS sesuai waktu yang ditentukan dalam Perbup nomor 12 pasal 19, 20 dan 21 ayat 1 tahun 2018. Sehingga jika dipaksakan akan melanggar regulasi tersebut dan akan cacat hukum. Selain itu, kinerja panitia Pilkades tentang kesepakatan hitung ulang tidak terlaksana karena tidak konsekuen dengan janjinya. Padahal, janji itu diumumkan didepan masyarakat.
Tidak itu saja, panitia membawa semua kotak suara dari kantor desa ke DPMD secara paksa. Termasuk juga, panitia berani menetapkan calon Kades terpilih padahal rekapatulasi belum selesai dilaksanakan apalagi diplenokan. Dengan berita acara disampikan ke BPD tertanggal 25 Oktober 2018. Parahnya lagi, panitia semakin jelas terlihat ketidak netralannya setelah pemungutan suara dilakukan. Hal ini ia katakan karena ketua panitia dan beberapa anggotanya kerap berkumpul dan berbaur dengan Timses nomor urut 1.
“Itu alasan-alasan kami menolak pleno ini,” katanya tegas.

Sementara, Ketua panitia Pilkades Desa Lajut, M Irpan Anwar menjelaskan, alasan tidak dilanjutkan atau ditundanya pleno rekapitulasi suara di TPS 6 pada 25 Oktober lalu. Yang mana, seperti diketahui bersama pada hari itu ada gejolak karena pendukung dua Cakades mendesak agar surat suara simetris itu disahkan. Namun karena tidak sesuai dengan Perbup, pihaknya tidak bisa menjalankan apa yang menjadi keinginan para pendukung itu. Dan desakan itu pun terus terjadi. Selain itu, ketika rekapitulasi suara di TPS 6 akan dilakukan, ketua KPPSnya tidak hadir alias pulang dengan alasan C1 hilang.
Atas dasar itu pula, setelah berkoordinasi dengan BPD, pihaknya tidak memungkinkan untuk melanjutkan pleno rekapitulasi itu. Dan keputusan itu dituangkan dalam form kejadian khusus. Setelah lama berjalan, atas permintaan BPD melalui surat ke panitia pada 26 November lalu, rekapitulasi pada TPS 6 dan pleno hasil Pilkades semua TPS harus dilaksanakan.
“Makanya kami lakukan rekapitulasi dan pleno hari ini,” kata dia tegas.
Demikian juga dikatakan Ketua BPD Lajut, Muhammad Azhar. Menurutnya, penundaan pleno hingga akhirnya dilaksanakan hari ini bukan kemauan panitia Pilkades dan BPD melainkan atas dorongan pendukung dua Cakades ini. Kala itu, dasarnya atas pertimbangan keamanan. Selain itu, pleno hari ini juga merupakan aspirasi dari masyarakat, termasuk para pendukung dua Cakades ini. Termasuk atas hasil konsultasi dengan DPMD.
“Karena alasan ini makanya kami dari BPD bersurat ke panitia dan kepada kedua calon dan lainnya untuk rekapitulasi hasil pada TPS 6 dan pleno di 11 TPS yang ada,” katanya tegas.
Dari pantauan Radar Mandalika, kendati kedua Cakades beserta pendukungnya menolak dilakukan pleno, panitia tetap melanjutkan pleno setelah berkonsultasi ke Sekda Loteng, H Nursiah. Oleh Sekda, panitia diinformasikan bahwa, tanpa dihadirkan Cakades, saksi dan lainnya pleno harus dilanjutkan. Karena kehadiran mereka sifatnya tidak mengikat dan tidak bisa mempengaruhi hasil pleno rekapitulasi.
Untuk perolehan masing-masing Cakades di TPS 6 ialah, Cakades nomor urut 1 sejumlah 123, nomor urut 2 sejumlah 332 dan nomor urut 3 sejumlah 64. Sedangkan untuk sertifikat total keseluruhan perolehan suara Pilkades Lajut ialah, nomor urut 1 sejumlah 1380, nomor 2 sejumlah 1212 dan nomor urut 3 sejumlah 1036. (tar/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here