Beranda Headline Diperiksa, Warga Lajut Datang Pertanyakan

Diperiksa, Warga Lajut Datang Pertanyakan

BERBAGI
JAYADI/RADAR MANDALIKA DATANGI POLRES: Puluhan warga Desa Lajut saat datang ke Mapolres Loteng, kemarin.

PRAYA —Puluhan warga Desa Lajut, Kecamatan Praya Tengah mendatangi Mapolres Loteng, kamarin. Kedatangannya buntut dari adanya seorang warga yang diperiksa atas kasus pembakaran kantor desa setempat, beberapa waktu lalu. Mereka datang mempertanyakan apa alasan penyidik memeriksa warga yang dinilai tahu kasus pembakaran tersebut.
Penggerak aksi, Husni Tamrin mengatakan, pihaknya bersama warga datang untuk mempertanyakan adaanya warga yang dipanggil sebagai saksi. Dimana, nama yang tercantum dalam surat panggilan bukan satu orang, ada beberapa warga di desa setempat. Sehingga, pihaknya mempertanyakan apakah pemanggilan itu ditujukan kepada warga tersebut atau yang lain.
“Nama- nama yang penyidik panggil ada juga yang meninggal dunia dan lain sebagainya. Sehingga kami kebingungan surat ini ditujukan kesiapan,” tegas Husni Tamrin, kemarin.
Untuk surat pemanggilan tersebut, sudah dua kali warganya datang, maka pihaknya mengira bahwa memang benar orang atau warganya tersebut dilakukan pemanggilan untuk mengklarifikasi kasus pembakaran kantor Desa Lajut. “Tapi kalau saya kaitkan dengan kasus pengerusakan dan pembakaran kantor desa. Mereka tidak ada kaitanya, karena waktu itu saksi berada di Mataram,” sebutnya.
Thamrin mempertegas bahwa warga yang dipanggil oleh penyidik tidak ada relevansinya dengan kasus pembakaran itu, satu orangnya lagi yang dilakukan pemanggilan, rumahnya sangat jauh dari kantor desa yakni sekitar 1 kilometer (km) lebih.
“Kami mengira kasus ini terlalu dipaksakan,” sebut dia lagi.

Sementara itu, Kaur Reskrim Polres Loteng, IPDA Gisiyasa yang menerima perwakilan warga mengaku, pihaknya melakukan pemanggilan kepada dua orang warga yakni, Habib dan Lehom berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan oleh petugas.
Namun, pihaknya mengaku bahwa memang tidak mengetahui nama panjang kedua orang tersebut, sehingga untuk memastikan hal itu pihaknya akan kembali turun ke bawah untuk mempertanyakan nama lengkap yang bersangkutan. “Nama yang dua orang ini ada berdasarkan hasil pemeriksaan yang dilakukan penyidik. Kalaupun ada dobel nama, maka nanti kita akan lengkapi dan akan kita cari tau nama panjangnya,” katanya.
Gisiyasa sempat menanyakan nama lengkap dari dua orang yang diperiksa, hanya saja tidak ada satupun warga yang berkenan memberikan nama lengkap yang bersangkutan. Para warga semuanya berkilah bahwa tidak mengetahui nama lengkap yang bersangkutan dan Habib termasuk Lehom mana yang dilakukan pemanggilan. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here