Beranda Lombok Timur Cara Dispar Perhatikan Kebutuhan Pokdarwis Lotim

Cara Dispar Perhatikan Kebutuhan Pokdarwis Lotim

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I / RADAR MANDALIKA HM Juhad

Penuhi Sarpras Pendukung, Jadi Sumber Pendapatan Pokdarwis

Lotim salah satu daerah kaya dengan dengan potensi wisata. Termasuk potensi sumber daya alam. Namun infrastruktur pendukung untuk kemajuan pariwisata daerah ini masih minim.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
KABUPATEN Lombok Timur (Lotim), kaya dengan destinasi wisata. Baik wisata alam, budaya, dan religi. Kayanya daerah ini dengan destinasi wisata, belum bisa dikelola baik oleh pemerintah. Anggaran yang pro terhadap pariwisata masih sangat minim. Terutama, perhatian minim anggaran bersumber dari APBD. Hanya beberapa pekerjaan didapat pariwisata bersumber dari pusat.
Padahal objek wisata alam, budaya dan religi yang ada, tidak kalah saing dengan daerah lain. Kalau saja, mendapat perhatian serus dari pemerintah, dengan memenuhi sarana pendukungnya, tak bisa dibayangkan betapa majunya pariwisata Lotim. Apalagi ditambah dengan adanya persamaan persepsi semua pihak terkait dari kalangan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), dan mengambil peran masing-masing sesuai bidang, jelas pariwisata akan maju pesat. Bicara Pendapatan Asli Daerah (PAD), maupun peningkatan ekonomi masyarakat, akan sangat memberikan dampak positif.
Memang, Lotim menjadi salah satu daerah yang menjadi perhatian serius pusat. Sebab, Rinjani sudah ditetapkan sebagai geopark dunia. Kemudian wilayah selatan ditetapkan sebagai Kawasan Stategis Pariwisata Nasional (KSPN). Belum lagi objek wisata selatan daerah ini, menjadi penopang dari Kawasan Ekonomi Khusus (Kek) Mandalika Resort Lombok Tengah (Loteng).
Tahun 2018, hanya beberapa objek wisata yang bisa dibangun melalui APBD. Salah satunya, rehabilitasi rumah adat limbungan. Karena proses rehab ketika itu memasuki bulan Muharam, warga setempat meminta dihentikan sementara karena takut terjadi balaq. Sebab dalam keyakinan mereka, tidak boleh ada aktivitas pekerjaan fisik bangunan adat pada bulan Muharam.
Pada masa pemerintahan sekarang ini, Bupati Lotim di bawah kepemimpinan HM Sukiman Azmy memberikan perhatian serius terhadap dunia pariwisata. Kebijakan yang dikeluarkan, salah satunya pelebaran jalan menuju objek wisata Otak Kokok Joben Kecamatan Montong Gading. Kebijakan paling besar diambil untuk sektor pariwisata, semua jalan wilayah selatan sudah harus mulus.
Keran investasi di sektor pariwisata dipermudah dengan konsep tidak boleh ada pembangunan hotel dan lainnya di pesisir pantai. Artinya, tidak lagi ada investor yang mengusai bibir pantai. Sehingga masyarakat bisa mengakses keindahan pantai yang ada. Ia tak ingin konsepnya seperti Senggigi. Masyarakat sulit lewat di pinggir pantai, karena sudah dikapling pihak investor.
Kebijakannya yang pro terhadap pariwisata daerah ini, mendapat sambutan positif dari masyarakat. Karena memang, sudah lama masyarakat ingin pemerintah bisa membangun sarana pendukung pariwisata, seperti pembangunan infrastruktur jalan, pemenuhan kebutuhan listrik dan air. Jika tiga pendukung itu sudah terpenuhi, investor dipastikan akan banyak berinvestasi ke daerah ini.
Belum lama ini sejumlah objek wisata di Lotim, rusak setelah diporak porandakan bencana gempa bumi. Tentu, menjadi perhatian dan pemerintah harus lebih kerja keras membangkitkan kembali pariwisata yang ada di wilayah utara, khususnya Sembalun.
Perlu diketahui, majunya pariwisata daerah ini tidak lepas dari peran Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis). Lotim sendiri, memiliki 61 Pokdarwis dengan keanggotaan mencapai 6 ribu, yang berada di bawah binaan Dispar Lotim. Pokdarwis daerah ini, memiliki program dan ranah kerja tersendiri, berdasarkan destinasi andalan mereka masing-masing. Keberadaan Pokdarwis, harus mendapat perhatian dari pemerintah.
Tahun anggaran 2019, Dispar awalnya hanya menganggarkan untuk menyokong kegiatan Pokdarwis sebesar Rp 50 juta. Akan tetapi, setelah mendengarkan aspirasi para pelaku pariwisata, dan difasilitasi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Lotim, disepakati penambahan anggaran untuk Pokdarwis sebesar Rp 150 juta.
Anggaran tersebut, untuk pengadaan kebutuhan sesuai destinasi yang dikelola para Pokdarwis. Untuk Pokdarwis wilayah Sembalun, mengingat anggota pokdarwis juga sebagai guide, dan porter akan dibantu berupa tenda, dan tas. Sementara Pokdarwis yang bergerak pada destinasi laut, akan diberikan bantuan sarana pendukung seperti alat snorkling, pelampung dan lainnya sesuai kebutuhan.
Nantinya, bantuan kebutuhan sarana pendukung itu akan diserahkan sehingga bisa disewakan. Tujuannya, agar ada sumber pendapatan Pokdarwis, guna menunjang biaya kelangsungan hidup keluarga mereka. “Peran Pokdarwis membantu menggerakkan pariwisata Lombok Timur cukup bagus. Kami belum bisa memberikan perhatian lebih, karena anggaran cukup terbatas,” kata HM Juhad, Kadis Pariwisata Lotim. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here