Beranda Headline 823 Peserta Masih Berjuang

823 Peserta Masih Berjuang

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA TES: Sejumlah CPNS melalui Kementerian Agama saat melakukan tes, beberapa waktu lalu.

MATARAM – Berdasarkan hasil validasi data di Badan Kepegawaian Negara (BKN), untuk lingkup Pemerintah Provinsi NTB yang lulus ke tahap tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) sebanyak 823 orang dari total ribuan peserta yang mengikuti tes CAT CPNS. Mereka yang lulus SKB itu, sesuai dengan simulasi data internal Badan Kepegawian Daerah (BKD) NTB.
Kepala BKD NTB, Fathurrahman mengatakan dari total yang mengikuti tes CAT berjumlah ribuan jumlah peserta yang lulus passing grade sebanyak 114 orang sesuai Peraturan Menteri Pendayahgunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PermenPAN-RB) nomor 37 tahun 2018 tentang Nilai Ambang Batas SKD. Namun setelah dilakukan perangkingan 3 besar sesuai dengan formasi jabatan dan kualifikasi pendidikan serta lokasi yang dilamar, hanya 108 orang berhak ke tahap SKB. Artinya ada 6 orang yang tidak lolos ke tahap SKB meski mereka telah lulus passing grade di SKD.
Selanjutnya, perangkingan juga telah dilakukan sesuai PermenPAN-RB Nomor 61 tahun 2018 tentang Optimalisasi Pemenuhan Kebutuhan/Formasi PNS dalam Seleksi CPNS Tahun 2018. Peserta dengan nilai skor 255 poin keatas sebanyak 1.868 orang.
Setelah dilakukan perangkingan 3 besar sesuai aturan terbaru tersebut, jumlahnya menurun menjadi 705 orang yang berhak mengikuti tes SKB.
“Makanya total yang akan ikut SKB menjadi 823 orang. Tolong peserta persiapkan diri,” pesan Fathurrahman di Mataram kemarin.
Menurut Fathurrahman, terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Diantaranya, peserta harus memahami jabatan yang dilamar. Terdapat 2 jenis jabatan atau formasi yang nantinya mempengaruhi jenis soal yang akan diujikan pada ujian SKB. Kedua lanjutnya jenis jabatan tersebut yaitu Jabatan Fungsional Tertentu (JFT) dan Jabatan Pelaksana (JP). Peserta harus tahu jabatan yang dilamar. Apakah termasuk JFT atau tidak.
“ Yang masuk dalam jenis JFT itu seperti guru, dokter, apoteker dan lainnya,” katanya.
Peserta yang melamar jenis JP, harus mempelajari jenis tugas yang ada pada jabatan tersebut. Beberapa profesi yang termasuk dalam Jabatan Pelaksana (JP), diantaranya Analis Kerja Sama, Analis Akuntabilitas Kinerja, dan lainnya. Peserta bisa membaca peraturan Kemenpan RB nomor 25 tahun 2016 tentang Nomenklatur JP. Terkait dengan formasi yang masih kosong, Gubernur NTB telah bersurat ke Pemerintah pusat. Surat tersebut, termasuk menyapa keinginan 10 kabupaten/kota di NTB juga.
“Sudah kita sampaikan dan akan menjadi perhatian pusat. Kita minta formasi yang kosong sekarang, untuk menambah formasi jika ada penerimaan CPNS tahun depan,” katanya.
Ia juga menjelaskan ada 6 orang peserta tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang sial. Meski nilainya tinggi dan lulus passing grade, namun dinyatakan tidak bisa mengikuti tes tahapan berikutnya, yaitu SKB. Mengingat untuk bisa lulus passing grade, tidak mudah. Peserta harus mampu memenuhi 3 komponen yang telah ditetapkan sesuai aturan awal. Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) harus memenuhi passing grade 75 poin. Kemudian Tes Intelegensi Umum (TIU) 80 poin dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP) 143 poin.
Peserta bisa mengetahui langsung nilainya. Sangat sedikit yang bisa lulus. Namun 6 orang yang memenuhi passing grade tersebut, harus menerima kenyataan bahwa dirinya dianggap gugur. Hal yang lebih menyakitkan lagi, banyak peserta tidak lulus passing grade tapi bisa ikut tes SKB. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here