Beranda Headline PKL Masih Bandel, Musnahkan Rombongnya

PKL Masih Bandel, Musnahkan Rombongnya

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA TERTIBKAN: Aparat Satpol PP Kota Mataram saat menertibkan PKL di Jalan Majapahit belum lama

MATARAM —Pedagang kaki lima (PKL) di sepanjang Jalan Majapahit, sudah ditertibkan aparat Satpol PP Kota Mataram. Sebentar ditertibkan, PKL muncul lagi memenuhi trotoar yang seharusnya steril dari PKL. “PKL ini masih bandel, dan terkesan menantang Pol PP,” kata Komandan Satpol PP Kota Mataram, Bayu Pancapati.
PKL di Jalan Majapahit, kata Bayu, kerap main kucing-kucingan dengan petugas. Setelah ditegur, dan diberikan peringatan tertulis, tindakan selanjutnya tak lagi kenal ampun. “Kita tertibkan, dan ambil tindakan. Musnahkan rombongnya,” tegas Bayu seraya menyebut jika selama ini pihaknya masih mengedepankan cara humanis, namun PKL tetap melawan
Bayu pun mempertanyakan, mana APKLI (asosiasi pedagang kaki lima). Disaat pedagang banyak membandel, keberadaan APKLI dipertanyakan. “Seharusnya APKLI sebagai pembina. Jangan bilang nggak pernah ditegur, nggak dikasih peringatan. Delapan tahun saya di Pol PP, selalu kasih kasih teguran,” tandasnya.
Pol PP, lanjut Bayu, sudah habis kesabaran menertikabkan PKL se Kota Mataram. Setelah di Jalan Majapahit, Pol PP memiliki sasaran berikutnya yakni menertibkan PKL di timur Lapangan Karang Pule. “Di sana sangat padat saat jam-jam pulang dan berangkat ke kantor. Sangat mengganggu,” ujarnya.
Bahkan, pedagang telah membuat kaplingan dengan membangun lapak permanen‎. “Kebanyakan pedagang makanan. Lapaknya jadi tempat tinggal. Lapaknya dibiarkan saja di sana,” kata Bayu yang mengaku telah memberikan teguran lisan ke pedagang tersebut.
Bila nantinya ditertibkan, kemana pedagang akan dipindah, bukan urusan Pol PP. “Penataan PKL menjadi tugas camat dan lurah,” sebutnya.
Pastinya, PKL di kawasan membongkar lapaknya yang melanggar. Silakan camat lurah pikirkan lokasinya yang tepat bagi PKL. Bila ada PKL yang protes dengan langkah PKL melakuka penertiban, Bayu balik bertanya ke PKL. “Mana izinnya. Menurut Perda PKL Nomor 10 Tahun 2018, dan Perda nomor 11 Tahun 2015 tentang Trantibum, jelas yang berjualan harus ada izin kepala daerah melalui dinas terkait. Semua nggak punya izin,” ungkapnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here