Beranda Headline Pengrajin Ketak Mulai Tersenyum

Pengrajin Ketak Mulai Tersenyum

BERBAGI
DOK/RADAR MANDALIKA PENGRAJIN: Salah satu pengrajin ketak di Desa Beleka. Saat ini kerajinan ketak masih stagnan. Butuh terobosan baru dalam memasarkan usaha yang sudah turun-temurun ini.

Pratim Segera Miliki Sentra IKM

PRAYA—Sejumlah pengrajin ketak di sejumlah desa di Kecamatan Praya Timur kini mulai bernafas lega. Sebab, rencananya tahun depan mereka akan mendapatkan wadah untuk mempromosikan hasil kerajinan tangannya melalui sentra industri kecil dan menengah (IKM).
“Memang selama ini, promosi kita kurang. Makanya banyak juga diambil tengkulak dengan harga murah,” ujar salah satu pengrajin di Dusun Beleka Daye, Amaq Resi.
Sementara Plt Camat Pratim, Murdi mengakui wacana pembangunan sentra IKM tersebut. Untuk pembangunannya sendiri direncanakan akan dilakukan di sekitar Desa Sengkerang dengan nilai proyek mencapai Rp 10 miliar lebih. Dana ini bersumber dari Kementerian Perindustrian melalui APBN.
“Ya informasinya tahun depan akan mulai dibangun. Tapi untuk lahan masih cari tempat dulu,” ujarnya.
“Nanti, hasil produksi mereka dipromomosikan dan dipasarkan secara luas di sentra tersebut. Pengrajin tidak susah-susah lagi menjual produksinya ke tengkulak dengan harga murah,” sambungnya.
Keberadaan sentra IKM sendiri lanjut Murdi, sangat sejalan dengan pengembangan sektor pariwisata di bagian selatan Lombok Tengah, khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. Artinya, mobilisasi kunjungan wisatawan juga bisa dirasakan oleh warga Pratim. Sebab, sektor usaha lain dari warga sekitar sangat potensial untuk dikembangkan dan dipasarkan secara besar-besaran. Misalnya, budidaya buah melon untuk warga Ganti, buah semangka bagi warga Mujur dan Marong dan potensi pengembangan sektor lainnya juga bisa dipasarkan di tempat tersebut.
Dengan demikian pula, angka pengangguran akan terus berkurang dan peningkatan perekonomian masyarakat sekitar bisa terwujud. Untuk itu, dirinya berharap untuk semua Pemdes di Pratim agar mempersiapkan warganya sejak saat ini. Caranya dengan memperbanyak pelatihan yang dirasa bisa menopang potensi alam sekitar.
“Untuk pengrajin rotan dan ketak pasti akan dilatih juga dari pihak Kementerian. Makanya potensi lain dari desa-desa yang tidak mengembangkan potensi ini bisa dimunculkan,” pungasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here