Beranda Headline Pasar Sikur Dibangun Lagi 2019

Pasar Sikur Dibangun Lagi 2019

BERBAGI
MUHAMAD RIFA'I / RADAR MANDALIKA PERLUASAN : Pasar rakyat Sikur yang akan dibangun kembali tahun anggaran 2019, setelah mendapat tambahan lahan dari Pemprov NTB.

Dapat Lahan dari Provinsi

 
LOTIM – Pasar Paok Motong Kecamatan Masbagik, setiap harinya menjadi biang kemacetan jalur negara. Untuk mengurai kemacetan itu, tahun 2017 lalu Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lombok Timur (Lotim) membangun pasar Sikur, sebagai tempat relokasi pedagang Paok Motong.
Namun, jumlah pedagang mencapai 500 lebih. Lokal pasar yang dibangun dan tidak mampu menampung seluruh pedagang. Sehingga pedagang Paok Motong ogah pindah ke pasar Sikur. Pasar baru Sikur pun nganggur. Setelah melakukan lobi cukup lama pada Pemerintah Provinsi NTB untuk diberikan tambahan lahan lokasi pembangunan pasar ini, akhirnya ijin pinjam pakai perluasan pembangunan pasar Sikur dikabulkan Pemprov NTB. Tahun 2019 mendatang, melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), tambahan beberapa bangunan los pasar, akan dibangun.
“Alhamdulillah, kita sudah dapat ijin dari Pemprov NTB. Tahun 2019 tinggal kita akan bangun saja,” kata H Teguh Sutrisman, Kepala Disperindag Lotim, pada Radar Mandalika, di kantor DPRD Lotim belum lama ini.
Dengan lahan yang diberikan provinsi, los Pasar Sikur bisa menampung semua pedagang. Anggaran bersumber dari APBD sebesar Rp 2 miliar lebih. “Kalau pasar rakyat Sikur dan sarana pendukung untuk menampung pedagang sudah jadi, menjadi urusan Bapenda, kapan pedagang akan dipindahkan,” tandas Teguh.
Di samping pasar Sikur, terdapat kantor agro bisnis milik Pemprov NTB. Nantinya, segala aktivitas perdagangan, bisa terintegrasi dengan kantor Agro Bisnis Provinsi. Artinya, pedagang pasar ini juga bisa mengakses informasi tentang produk yang bisa dijual oleh pedagang. “Mudah-mudahan pembangunan tambahan bangunan pasar Sikur berjalan lancar, sehingga tidak lagi kemacetan lalulintas terjadi di jalur pasar Paok Motong,” ungkapnya.
Untuk diketahui, pasar yang dibangun pemerintah tidak sesuai jumlah kebutuhan karena banyaknya jumlah pedagang pasar Paok Motong. Beberapa kali Bapenda melakukan mediasi agar pedagang mau pindah, namun tetap pedagang menolak. Terakhir disepakati agar lalulintas tidak lagi macet, portal beton dimundurkan beberapa meter. Sehingga tidak lagi ada aktivitas bongkar muat barang di atas badan jalan. Dengan kesepakatan itu, kemacetan arus lalulintas di depan pasar sedikit bisa terurai. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here