Beranda Lombok Barat Melihat Upaya Pelaku Wisata di Senggigi Bangkit Pascagempa

Melihat Upaya Pelaku Wisata di Senggigi Bangkit Pascagempa

BERBAGI
WINDY DHARMA/RADAR MANDALIKA LAUNCHING: Director Of Sales, Yunartha Adiwijaya saat memotong tumpeng menandakan Sheraton kembali buka, Sabtu (1/12).

Sheraton Kembali Beroperasi, Tunjukkan Semangat Lombok Bangkit

Hotel Sheratom melakukan reopening celebration paska pemulihan bencana gempa Lombok. Hotel ini siap mendukung Lombok Bangkit.

WINDY DHARMA-LOBAR
HOTEL-hotel di Senggigi perlahan mulai bangkit. Salah satunya Hotel Sheraton Senggigi. Pascagempa yang menguncang Lombok Agustus lalu, hotel berbintang lima itu melakukan pembenahan.
Tepat 1 November 2018 lalu, hotel ini melakukan reopening celebration setelah beberapa lama tutup. Dihadiri sejumlah pelaku usaha dan asosiasi travel agent, pembukaan kembali hotel itu ditandai dengan pemotongan tumpeng. Serta doa agar bencana gempa yang sempat melanda Lombok tidak kembali terjadi.
“Selain mensupport pemerintah, Sheraton juga ingin membuat Lombok bangkit dengan cara fleksibel. Kita hanya perlu membangkitkan minat orang untuk datang ke Lombok,” ujar Director Of Sales, Yunartha Adiwijaya selepas opening.
Informasi yang diperolehnya, penerbangan ke Lombok belum sepenuhnya normal. Bahkan sejumlah penerbangan menuju Lombok dicancel. Langkah promosi pun dilakukan pihak Sheraton ke sejumlah kota besar di Indonesia. Baik melalui media sosial maupun bekerjasama dengan travel agen. Bahkan, harga spesial diberikan kepada sejumlah agen dan patner yang membawa tamu. “Kita berikan harga spesial dari tanggal 1 Desember sampai 31 Mei 2019,” ucapnya.
Meski baru saja dibuka, hotel ini sudah menerima bookingan 130 kamar untuk tamu grup. Tamu itu akan menetap sampai 8 Desember 2018. Kemudian seluruh fasilitas meeting sudah dibooking. “Tamu itu dari luar daerah,” sebutnya.
Melihat kondisi Lombok saat ini, diprediksi kunjungan wisatawan di bulan Desember sekitar 40-50 persen. Pihaknya mengharapkan seluruh stakeholder terkait pariwisata bisa berkolaborasi menunjukan jika Lombok bisa bangkit.
“Kalau ramainya sudah balik, otomatis yang lainnya juga akan kembali. Tertutama sekali pihak airlines yang biasa menaikan harga di libur natal dan tahun baru,” harapnya.
Langkah membangkitkan pariwisata juga dilakukan pihak Association of the Indonesia Tours dan Travel Agencies (ASITA) NTB. Bahkan mitra ASITA di luar daerah dan luar negeri turut menyakinkan Lombok termasuk Senggigi, sudah layak kembali dikunjungi. Pascabencana gempa yang melanda. “Dengan Sheraton kembali buka hari ini tentu dampaknya sangat besar. Kalau Sheraton sudah buka berarti sudah aman di Lombok,” kata Ketua ASITA NTB, Dewantoro Umbu Joka.
Dibukanya kembali Sheraton, menjadi sinyal jika Lombok bangkit. Mengingat hotel bertaraf internasional ini memiliki jarangan mendunia. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here