Beranda Lombok Barat DPRD-Pemkab Sinergi Tangani Kemiskinan

DPRD-Pemkab Sinergi Tangani Kemiskinan

BERBAGI
DIALOG: Suasana dialog interaktif antara Kepala Bappeda Lobar H Baehaqi dan Ketua DPRD Lobar Imam Kafali.

Dialog Interaktif Membangun Lombok Barat

KEMISKINAN masih menjadi masalahan yang terus dituntaskan Pemerintah Kabupaten Lombok Barat (Lobar). Melihat masih cukup tingginya angka kemiskinan di Lobar, membuat kalangan dewan turut berupaya menyelesaikan permasalahan ini.
Hal ini menjadi materi dialog interaktif bersama membangun Lobar. Menghadirkan dua narasumber, yaitu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Lobar, H Baehaqi dan Ketua DPRD Lobar Imam Kafali.
Ketua DPRD Lobar, Imam Kafali melihat perlu adanya penanganan bersama untuk mengentaskan kemiskinan di Lobar. Menurutnya, DPRD Lobar terus bersinergi dengan Pemkab Lobar terkait penanganan kemiskinan. Hal itu dibuktikan dengan ditetapkannya Peraturan Daerah (Perda) tentang kemiskinan. “Dewan juga ikut mendorong program-program atau bantuan, yang dikhususkan untuk masyarakat miskin,” ungkap ketua DPRD termuda di Indonesia ini.
Perda yang telah ditetapkan itu tidak bukan hanya untuk penanganan jangka panjang. Namun juga mengatur kebutuhan masyarakat yang bersifat darurat. “Kami ingin pemerintah memikirkan kebutuhan masyarakat miskin yang bisa saja datang secara tiba-tiba,” sarannya.
Sementara menurut Bappeda Lobar, angka kemiskinan dalam kurun waktu tiga tahun terakhir mengalami penurunan. Dari tahun 2016 hingga 2017, penurunan angka kemiskinan sekitar 0,27 persen. Dibandingkan penurunan angka kemiskinan tahun 2015-2016 mencapai 0,65 persen. Lambatnya penurunan kemiskinan disebabkan beberapa faktor. Salah satunya kerak kemiskinan atau warga yang hidup di bawah garis kemiskinan sangat tinggi.
Data terbaru tahun 2018, terdapat 12 persen atau puluhan ribu warga Lobar berstatus sangat miskin. “Data penurunan kemiskinan dari tahun 2015 ke 2016 dan 2017 mengalami tren melambat,” ungkap Kepala Bappeda Lombok Barat, H Baehaqi.
Ia memaparkan, pada tahun 2015 angka kemiskinan 17,38 persen. Kemudian turun menjadi 16,73 persen di tahun 2016. Lalu tahun 2017 kembali menurun sekitar 16,46 persen. Penurunan itu tidak bisa dikatakan terlalu tinggi, karena hanya sekitar 0,65 persen di tahun 2015-2016.
Penurunan itu masih bisa dikatakan lebih baik jika dibandingkan tahun 2016-2017 mencapai sekitar 0,27 persen. “Karena penurunan kemiskinan itu seperti naik gunung, semakin atas semakin agak lambat. Begitupun angka kemiskinan, semakin kecil semakin melambat,” katanya memberi perumpamaan.
Pemkab Lobar sudah memiliki kebijakan baru untuk mempercepat penurunan kemiskinan. Melalui program pemberdayaan, mulai dari pemberdayaan program pasca panen. Hingga memperhatikan dan menangkap potensi daerah. “Juga meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, baik pendidikan kesehatan dan pendapatan,” tandasnya. (win/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here