Beranda Lombok Timur
BERBAGI
MUHAMAD RIFA'I / RADAR MANDALIKA H Teguh Sutrisman

Melihat Target PAD UPT Kemetrologian Disperindag Lotim

Keterbatasan Peralatan, Target Tahun 2019 Hanya Rp 91 Juta
Satu tahun terakhir, UPT Kemetrologian Lotim sudah beroperasi. Namun PAD diperoleh UPT ini masih sangat kecil. Banyak alat yang dibutuhkan, belum dimiliki UPT ini.
MUHAMAD RIFA’I – LOTIM
TAHUN 2016 lalu, Pemerintah Daerah Lombok Timur (Pemda Lotim) membangun Unit Pelaksana Teknis (UPT) Kemetrologian. UPT ini dibangun pemerintah melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lotim. Setelah gedung itu jadi, pemerintah pada masa kepemimpinan H Moch Ali Bin Dachlan, menempatkan kepala UPT dan personelnya.
Selama UPT Kemetrologian beroperasi di Lotim, pelayanan banyak dilakukan dengan mendatangi pasar-pasar yang ada di daerah ini. Tujuannya, untuk melayani pengkiran alat timbangan pedagang, sehingga sesuai dengan aturan.
Selain juga melakukan pengecekan terhadap semua Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) yang beroperasi di wilayah ini. Sehingga, setiap pengisian Bahan Bakar Minyak (BBM) sesuai aturan. Semua itu dilakukan UPT Kemetrologian, tidak lain sebagai upaya pemerintah melindungi konsumen dari para pengusaha nakal.
Rupanya, tidak saja UPT Kemetrologian mendatangi pasar dan SPBU. Tetapi juga melakukan pelayanan langsung dengan mendatangi pedagang yang menggunakan dacin ke desa-desa. Masalah yang ditemukan pemerintah di lapangan, masih banyak pemilik dacin merasa takut kehadiran petugas UPT, sehingga mereka pun lari. Padahal tujuan pemerintah baik, untuk kemaslahatan bersama. Untuk memberikan pemahaman pentingnya melakukan pengkiran dacin, sehingga dibutuhkan penyuluhan pada masyarakat.
Selama UPT Kemetrologian turun, sejauh ini klaim Disperindag Lotim, tidak ada ditemukan para pengusaha bermain-main dalam hal takaran dacinnya. Termasuk pihak pertamina. Jika ditemukan, tentu teguran keras akan diberikan.
Selama inu ucap Kepala Disperindag Lotim, H Teguh Sutrisman, peralatan yang dimiliki UPT Kemetrologian, belum lengkap. Seperti peralatan alat timbang di atas 2 ton, belum dimiliki UPT ini. Dilain pihak, UPT ini dituntut untuk bagaimana memberikan sumbangsih pada Pemda berupa Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Agar PAD diperoleh maksimal maka di tahun 2019 mendatang, pihaknya akan mengalokasikan beberapa puluh juta, untuk pembelian beberapa peralatan yang dibutuhkan. Guna mendukung operasional UPT Kemetrologian tersebut.
Diharapkan setelah memiliki alat yang dibutuhkan itu, kedepan PAD bisa lebih tinggi diperoleh dari tahun ini. Disamping itu, untuk memberikan pemahaman pada masyarakat, juga akan diperbanyak penyuluhan. “Tahun ini, kita targetkan PAD dari UPT Kemetrologian sebesar Rp 63 juta, tapi alhamdulillah kita bisa peroleh di atas target sebesar Rp 65 juta. Sedangkan tahun 2019 mendatang, target PAD kita sebesar Rp 91 juta. Target kita sedikit, karena kebutuhan peralatan masih sangat banyak,” terang Teguh. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here