Beranda Headline Rehab Polindes Ungga Jalan Terus

Rehab Polindes Ungga Jalan Terus

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA RAPAT: Sejumlah anggota BPD menggelar rapat bersama dengan Sekdes dan Kepala UPT Puskesmas Darek, Rabu (28/11) lalu.

BPD Beri Rekomendasi

PRABARDA —Polemik proyek rehab gedung Polindes Desa Ungga, Kecamatan Praya Barat Daya hingga kini belum memiliki titik temu. Kades terpilih masih bersikukuh untuk menghentikan proyek tersebut. Namun demikian, dengan melihat mendesaknya pelayanan, Badan Permusyawaratan Desa (BPD) setempat, Rabu (28/11) lalu telah melakukan rapat bersama Sekdes dan Kepala UPT Puskesmas Darek di kantor desa.
Sekretaris BPD Ungga, Subhan menerangkan, dalam rapat itu, BPD mengeluarkan rekomendasi kesepakatan agar rehab Polindes itu tetap berjalan. Kendati dari pihak Kades terpilih masih bersikukuh menolak, namun yang menjadi pertimbangan BPD, semata-mata untuk mempercepat pelayanan kesehatanan, khususnya bagi persalinan. Sebab, selama dilakukan rehab ini saja, pelayanan sudah dikeluhkan warga karena harus dilayani di tempat yang sempit. Apalagi, jika polemik ini terus berlarut-larut.
Sedangkan terkait kehendak Kades terpilih untuk rehab dipindah ke Polindes di Dusun Batu Bolong, itu tidak mungkin bisa terealisasi. Sebab, program ini sudah berjalan dan hampir tuntas.
“Kalau di Batu Bolong yang mau direhab, itu urusannya Pemkab lagi. Silakan saja diusulkan dulu. Intinya kami dari Pemdes minta dilanjutkan rehab Polindes di Dusun Iting Bengkel,” terangnya.
Demikian juga diutarakan Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Puskesmas Darek, H Munawar, kemarin. Kata dia, pemberian rekomendasi itu sangat tepat dan kemungkinan besok akan disampaikan ke pihak rekanan dan ke Dinas Kesehatan (Dikes). Harapannya proses rehab segera bisa ditindaklanjuti. Akan tetapi, jika ada upaya mediasi dari Pemkab, infonya Pemdes selaku penerima azas manfaat Polindes ini siap mengikutinya. Di sisi lain, terhadap apa yang diinginkan oleh Kades terpilih itu cukup bagus karena memang sejak dibangun 2012 lalu, tidak pernah ditempati. Selain itu, lokasi Polindes di Dusun Batu Bolong strategis dan luas area polindesnya cukup luas. Hanya saja, untuk alasan itu rehab sedang Polindes tidak bisa dihentikan. Alasannya, kontrak kerja proyek ini sudah berjalan dengan yang dikerjakan CV. Cahaya Galaxy senilai Rp 95 juta selaku rekanan.
“Kalau dipindahkan sekarang tidak bisa. Kecuali memang, sebelum kontrak kerja sudah berjalan baru bisa dipindah,” jelasnya.
Terhadap persoalan ini, lanjut pria asal Desa Darek ini, ia sudah menyarankan kepada Pemdes Ungga agar rehab ini terus berjalan. Selain itu, persoalan ini sudah disampaikan ke Dikes Loteng. Akan tetapi, jika tidak ada titik temu antara Pemdes dan Kades terpilih, dengan terpaksa pihaknya akan menarik bidan Desa Ungga ke Puskesmas.
“Sudah saya minta segera dikerjakan lagi. Tapi kalau masih saja tidak ada titik temu, saya akan tarik anak buah saya ke Puskesmas. Biar kalau ada orang bersalin, suruh saja ke Puskesmas,” pungkasnya. (tar)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here