Beranda Headline Masrah Tewas Membusuk di Kamar Tidur

Masrah Tewas Membusuk di Kamar Tidur

BERBAGI
MUHAMAD RIFA’I/ RADAR MANDALIKA MEMBUSUK: Jenazah Masrah, telentang di atas kasus kamar tidur sudah membusuk dalam kondisi tanpa busana, kemarin.

LOTIM – Warga kelurahan Kelayu Selatan Kecamatan Selong, heboh dengan penemuan jenazah Masrah, 60 tahun asal Lingkungan Peresak Barat Kelurahan Kelayu Selatan. Mayat ditemukan sudah membusuk dalam kamar rumah yang ditinggalinya. Sekujur tubuhnya tersebut sudah dipenuhi belatung, dan dikerumuni lalat. Ia diketahui meninggal, setelah tetangganya mencium bau menyengat, yang awalnya dikira bau bangkai tikus.
Menurut penuturan Suni Ahmadi, warga Kelayu Selatan, korban diketahui tinggal di rumah itu sejak dua bulan lalu. Karena pemilik rumah yakni Ihwati, sekitar dua bulan lalu pergi menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) ke Saudi Arabia.
Sebelumnya korban tinggal bersama anak-anaknya di Mataram. Namun alasan Ihwati meminta korban tinggal dirumahnya menurut informasi yang berkembang, selain untuk menjaga rumah, juga agar korban bisa rutin melakukan kontrol ke RSUD Selong. Karena diketahui, korban mengidap penyakit komplikasi penyakit diabetes, sesak nafas, dan hipertensi.
Sekitar pukul 10.30 Wita, lingkungan tempat tinggal korban heboh setelah menemukan korban sudah meninggal dunia dengan tubuh membusuk, tidur terlentang di atas ranjang kamar tempat tidurnya. Karena pintu rumahnya terkunci, sehingga dilakukan pendobrakan.
“Sepengetahuan kami di sini, memang korban ini sudah lama sakit. Kebetulan, pemilik rumah yang ditempati korban ini dan sudah dua bulan di Saudi Arabia, pernah bekerja di rumah makan saya,” tutur Ahmadi.
Sementara itu, Pejabat Sementara (Ps) Kapolsek Selong, IPDA Mastar, kepada Radar Mandalika, kemarin mengatakan, kematian korban diketahui tetangganya. Setelah tetangganya itu mengira mencium bau bangkai tikus. Setelah dikroscek, bau cukup menyengat sehingga melapor ke Kepala Lingkungan (Kaling) setempat. Kemudian sekitar pukul 10.30 Wita, Kaling melapor ke Polsek Selong.
Rumah korban awalnya memang ditemukan dalam keadaan terkunci rapat, terutama pintu utama. Setelah berhasil masuk, di sana ditemukan jenazah korban terlentang di atas ranjang kamar tidur, dalam keadaan telanjang bulat.
Polisi bersama dokter yang ada di Tempat Kejadian Perkara (TKP), tidak bisa langsung melakukan pemeriksaan jenazah. Karena memang, belatung-belatung yang ada d itubuh jenazah harus dibersihkan dulu. Sehingga, apa penyebab kematiannya itu tidak bisa saat itu disimpulkan.
“Menurut dokter yang melakukan pengecekan awal, memang korban ini pernah menjadi pasiennya. Korban memang diketahui mengalami komplikasi. Itu juga diakui oleh keluarga korban,” terangnya.
“Perkiraan dokter, korban sudah meninggal empat hari lalu,” tambah Mastar.
Setelah jenazah korban dievakuasi ke kamar jenazah RSUD Selong, pihak keluarga sepakat mau melakukan otopsi. Karena yang menjadi kecurigaan keluarga korban, meninggalnya itu dinilai tidak wajar. Sebab ditemukan dalam kondisi tanpa sehela benang di atas ranjang.
Dasar persetujuan otopsi dari pihak keluarga korban itu, Polisi berkoordinasi dengan RSU Bhayangkara Polda NTB, untuk melakukan otopsi. Akan tetapi, jawaban diterima dokter yang akan melakukan otopsi ini masih ada kegiatan. Sehingga, jenazah korban dititipkan di kamar jenazah RSUD Selong, sembari menunggu tim dokter RSU Bhayangkara datang melakukan otopsi.
“Sampai saat ini, kita belum bisa menyimpulkan apa penyebab korban meninggal dunia,” terangnya seraya mengatakan, untuk penyelidikan lebih lanjut dari kasus ini, nanti diserahkan ke Polres Lotim. (fa’i/r3)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here