Beranda Headline Lama jadi Buron, Dan Ditembak

Lama jadi Buron, Dan Ditembak

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA TANGKAP: Tim Gabungan Polres Loteng dengan Polda NTB saat membawa Dan ke RS Bhayangkara, Selasa (27/11).

PRAYA —Berakhir sudah pelarian Dan alias Caling, 33 tahun warga Gerintuk Desa Batujangkih, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah. Pelariannya selama selama 1 tahun dari pengejaran polisi tamat. Selama ini, Dan menjadi buron atas kasus pencurian dengan kekerasan (Curas). Dia ditangkap tim Gabungan Polres Lombok Tengah bersama Polda NTB, Selasa (27/11).
Tersangka yang merupakan spesialis curas ternak dan curanmor itu terpaksa dibuat pincang karena betisnya ditembak polisi. pelaku berusaha melawan petugas saat hendak akan ditangkap di tempat persembunyiannya. Selain itu, dari catatan kepolisian selain pelaku merupakan residivis yang sudah biasa keluar masuk penjara dengan kasus yang sama.
Pelaku ditangkap sekitar pukul 02.00 Wita dini hari di wilayah Lombok Barat. Berdasarkan surat perintah Nomor: Sprin/240/XI/KEP/2018 Tanggal 06 November 2018, Laporan Polisi Nomor: LP/18/V/2017/NTB/Res.Loteng/Sek Prabarda, tanggal 7Mei 2017, daftar pencarian orang Nomor: DPO/01/V/2017/Reskrim tanggal 15 Mei 2017 dan Perkap No. 1 Tahun 2009 tentang penggunaan kekuatan dalam tindakan kepolisian. Dalam catata kepolisian juga, pelaku dalam melancarkan aksinya bersama dengan sembilan orang rekanya. Lima orang rekanya sudah berada di balik jeruji besi dan empat orang lainya masih menjadi buronan.
Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Rafles P Girsang menegaskan, penangkapan pelaku bermula saat sebelumnya tim opsnal Jatanras Polda NTB yang sudah mengantongi identitas kawanan pelaku curas. Sehingga dengan informasi itu, pelaku terus melakukan pengerjaran.
Setelah menemukan keberadaan pelaku yang baru keluar dari tempat persembunyiannya. Selanjutnya tim melakukan pengembangan di beberapa titik di wilayah Sekotong, Lobar. Kemudian ditangkap di jalan raya Sekotong tepatnya di Desa Jelateng, Lobar. “ Tapi karena pelaku melawan dan memberontak saat ditangkap kami pun tembak,” terangnya.

Rafles mengatakan, pihaknya langsung membawanya ke rumah sakit Bhayangkara untuk mendapatkan tindakan medis. Tapi saat ini, pelaku sudah berada di Polres Loteng guna pemeriksaan lebih lanjut. Selain itu, pelaku dikenal nekat dalam melancarkan aksinya, sebab mereka menggunakan senpi setiap kali beraksi.
Atas perbuatannya, Dan diancam hukuman 7 tahun penjara karena melanggar pasal 363 tentang pencurian dengan kekerasan. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here