Beranda Praya Metro Klaim Lahan Oleh Warga Masih jadi Kendala

Klaim Lahan Oleh Warga Masih jadi Kendala

BERBAGI

PRAYA —Pembangunan pengembangan pariwisata di wilayah Selatan masih ada masala. Masalah ini sejak lama belum diselsaikan, soal lahan yang masih diklaim warga bahkan ada juga investor yang mengaku pernah membeli di warga. Masalah ini ditemukan di sekitar pantai Mawun, Desa Tumpak, Kecamatan Pujut.
Sekda Lombok Tengah, HM Nursiah mengaku, untuk persoalan kelaim lahan itu, Pemkab akan segera rapat dan membahasnya. Bahkan pihaknya berecana akan memanggil sejumlah warga yang mengklaim lahan. “Kami akan memperjelas kepemilikan lahan itu. Apalah benar lahan di sekitar pantai merupakan milik warga berdasarkan bukti yang mereka punya,” tegas Sekda di hadapan wartawan, kemarin.
Sekda mengatakan, pihaknya akan memperjelas kepemilikan lahan di sekitar Pantai Mawun sebagai tindak lanjut dari rapat sebelumya dengan Pemerintah Provinsi NTB. Dimana dalam rapat yang dihadiri Wakil Gubernur, dari Pemkab diminta untuk pro aktif guna menyelesaikan persoalan lahan yang dikelaim oleh warga. Itu dilakukan, agar tidak ada kendala dalam melakukan pembangunan serta pengembangan pariwisata.
“Apalagi rencana Pemerintah Provinsi akan melakukan penataan,” tuturnya.
Menurut dia, pemerintah tentu berkeinginan besar untuk mengembangkannya pariwisata di wilayah Loteng, namun bila persoalan tanahnya belum ada keputusan hukum tetap, tentunya hal ini tidak akan dilakukan untuk mencegah terjadinya permasalahan di kemudian hari.
“Kalau soal tanah sudah selesai baru bisa dibangun,” jelasnya.
Nursiah membeberkan, selain klaiman lahan di wilayah pantai Mawun, yang menjadi tugas yang harus segera diselesaikan saat ini adalah penataan berbagai destinasi wisata, mulai dari segi kebersihan hingga sarana pendukung lainya. “Makanya akan kita rapat internal segera mungkin,” beber dia.

Belum lama ini, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Lalu Moh Paozal menegaskan, Loteng sangat kaya dengan objek wisata. Tapi dalam melakukan pengembangan saat ini, yang menjadi kendala selain banyaknya sampah, namun lahan banyak yang diklaim warga. “Ini menjadi tugas kita bersama,” kata Paozal di hotel D’Max Hotel, Rabu (28/11). (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here