Beranda Mataram Jembatan Dasan Agung Tinggal Diresmikan

Jembatan Dasan Agung Tinggal Diresmikan

BERBAGI
RIRIN/RADAR MANDALIKA SEGERA DIRESMIKAN: Jembatan Dasan Agung sudah rampung dikerjakan. Wali Kota Mataram dijadwalkan segera meresmikan jembatan tersebut.

MATARAM —Jembatan Dasan Agung, yang menghubungkan Dasan Agung dengan Kebon Sari sudah 100 persen rampung dikerjakan. Tinggal diresmikan Wali Kota Mataram, H Ahyar Abduh. “Peresmian jembatan rencananya habis peringatan Maulid yang dilaksanakan Jumat (30/11). Kemungkinan minggu depan (peresmian),” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Mataram, H Mahmudin Tura.
Secara fisik, jembatan Dasan Agung sudah rampung 100 persen fisik. Tinggal pembersihan-pembersihan saja sebelum diresmikan. “Sudah PHO (Provisional Hand Over/serah terima pertama pekerjaan). Kalau ada yang kurang, masih tanggungjawab rekanan sampai enam bulan,” jelasnya.
Jembatan dengan bentangan 40 meter dan lebar 3 meter itu akan dipasangi portal. Sehingga tak semua kendaraan bisa melintas. Utamanya mobil, menurut Mahmudin, lebih baik jangan boleh melintas di jembatan tersebut. “Untuk kelangsungan jangka panjang, jangan dilintasi mobil. Hanya motor dan cidomo,” sebutnya.
Sejak sebelum diresmikan, Pemkot Mataram ingin menjadikan jembatan Dasan Agung sebagai ikon baru Kota Mataram. Selain sebagai akses penghubung juga menjadi objek wisata. “Setelah pembangunan rampung, kami akan melengkapinya dengan berbagai ornamen lampu hias, agar bisa terlihat lebih indah dan menarik,” kata Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Mataram HM Kemal Islam.
Dikatakan, pemasangan ornamen lampu hias dan lampu penerang di sekitar jembatan yang memiliki nilai proyek hingga Rp1,8 miliar tersebut rencananya mulai bulan Februari 2019. Saat ini timnya sedang merancang desain ornamen untuk pengadaan tahun depan.
Sementara Wali Kota Mataram H Ahyar Abduh yakin dengan penataan maksimal, jembatan ini bisa menjadi ikon wisata andalan yang mampu memberikan nilai positif serta nilai tambahan bagi warga sekitar. Selain keberadaan jembatan ini sudah lama ditunggu-tunggu warga, termasuk pelajar untuk mempersingkat jarak tempuh antara warga di Kelurahan Dasan Sari dan Dasan Agung.
Untuk mendukung Jembatan Dasan Agung sebagai salah satu ikon wisata di Mataram, pemerintah akan melakukan penataan lebih maksimal pada kawasan pinggir Kali Jangkuk. “Dukungan dan partisipasi masyarakat sekitar sangat dibutuhkan terutama agar tidak membuang sampah ke sungai,” katanya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here