Beranda Praya Metro Jejak Peninggalan Kerajaan Pamatan di Desa Tanak Beak

Jejak Peninggalan Kerajaan Pamatan di Desa Tanak Beak

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA PANTAU: Penulis buku tentang gunung api, bencana geologi, geowisata dan geopark, Heryadi Rahmat berpose bersama Kasi Pariwisata Pemkab Loteng dan Komunitas Geowisata Samalas, Desa Tanak Beak, beberapa waktu lalu.

Tertimbun Vulkanik Samalas, Banyak Benda Bersejarah Ditemukan

Peninggalan Kerajaan Pamatan diduga berada di sekitar lokasi galian C di Dusun Tanak Bengan, Desa Tanak Beak. Konservasi pun dilakukan untuk mencari beragam temuan peninggalan kerajaan sejak 1257 silam.
HAFIDZUDDIN-LOTENG
GUNUNG Samalas meletus pada tahun 1257. Jejak letusannya ditemukan disejumlah daerah, termasuk di Desa Tanak Beak, Kecamatan Batukliang Utara. Di sana pula ditemukan sebuah desa yang hilang, tertimbun debu vulkanik Samalas. Ini dibuktikan dengan penemuan benda bersejarah yang diperkirakan berasal semasa dengan letusan Samalas di sebuah lokasi galian C di lokasi tersebut.
Sejumlah barang peninggalan yang ditemukan dalam galian tersebut salah satunya sebuah gelang emas, guci, piring keramik, lonceng, beras, dan tulang belulang manusia. Hal ini memicu ketertarikan warga, sehingga sampai saat ini di lokasi tersebut kini telah dipasangi garis polisi untuk kemudian dilakukan penelitian lanjutan (konservasi).
“Ada dugaan, temuan tulang belulang manusia ini ada sejak tahun 1812,” ujar Ketua Komunitas Geowisata Samalas Desa Tenak Beak, Indra Jayadi, kemarin.
Konservasi pun berlanjut dengan terjunnya sejumlah peneliti gabungan yang berasal dari Bali, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata NTB, Dinas Pertambangan NTB, hingga GeoPark Provinsi NTB.
Untuk diketahaui, sejumlah benda tersebut ditemukan di kedalaman sekitar 25 meter dari permukaan tanah. Benda tersebut diduga merupakan peninggalan Kerajaan Pamatan yang hilang secara misterius akibat letusan Gunung Samalas. Untuk memperjelas hasil konservasi itu, salah satu peneliti dari unsur Masyarakat Geowisata Indonesia (Magi) dalam waktu dekat bakal datang ke Lombok Tengah untuk mempresentasikan hasil penelitianya ke seluruh Bupati sepulau Lombok.
“Nantinya beliau mewakili sekaligus mempresentasikan penelitiannya tentang Kerajaan Pamatan yang tertimbun abu Samalas dan jejak penghuni Lombok kuno berdasarkan hasil konservasi data yang diterima dari pemerintah terkait,” pungkasnya. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here