Beranda Headline Zainul Dikabarkan Belum Digantung Mati

Zainul Dikabarkan Belum Digantung Mati

BERBAGI
JHONI SUTANGGA/RADAR MANDALIKA Zulkieflimansyah

Keluarga TKI Harap Bantuan Jokowi

MATARAM –Pihak keluarga tenaga kerja Indonesia (TKI) asal Dusun Langa Lawe Desa Aik Bukak, Kecamatan Batukliang, Zainul Watoni 31 tahun mengharapkan bantuan dari Presiden RI, Joko Widodo dalam kasus yang tengah dihadapi Zainul. Dimana, dalam waktu dekat Zainul akan dieksekusi dengan cara digantung hingga mati atas kasus pembunuhan yang menyeretnya.
Kepala Dinas Tenagakerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Lombok Tengah, H Masrun yang dihubungi Radar Mandalika mengaku belum mengetahui pasti kronologis kasus itu. Sampai dengan saat ini, pemerintah Loteng masih menunggu kabar. Tetapi, informasi yang diterimanya pihak KJRI dan KBRI akan terbang ke Johor Malaysia, Senin depan.

“Nanti kita akan terima informasi jelas dari pihak KJRI dan KBRI. Sekarang kami tidak bisa spekulasi dulu,” terangnya via ponsel, tadi malam.
Cerita yang berhasil pihaknya rekam saat turun ke keluarga mengaku, bahwa sebelumnya Zainul pernah pulang ke Lombok pada 17 Mei 2018. Usai Pilgub sekitar akhir Juli Zainul kembali berangkat ke Johor Malaysia melalui Batam. Informasinya, pemberangkatan dia melalui jalur ilegal. Atau menggunakan surat perjalanan pelaksanaan paspor (SPP).

“Sementara ini hilang kontak dengan Zainul, tapi informasinya ada pihak keluarga ke sana,” ceritanya.

Dalam kasus ini, dipastikan Zainul belum dieksekusi digantung hingga mati. Untuk itu, sekarang pihak keluarga termasuk pemerintah sedang berupaya agar hukuman itu tidak menjerat Zainul. “Kami ke sana kemarin bersama pihak BP3TKI, polisi dan TNI,” beber dia.

Sementara itu, Gubernur NTB Zulkifelimansyah angkat bicara terkait kasus ini, gubernur menyampaikan beberapa hal atas informasi tersebut. Katanya dalam postingan Zul di facebook, pembunuhan itu benar terjadi dan sesuai dengan hukum pidana di Malaysia membunuh maka diancam hukuman mati. Dengan kejadian itu, Zul mengaku sudah langsung berkoordinasi dengan Kementrian Luar Negeri. Karena itu Kedutaan Johor Republik Indonesia (KJRI) Johor baru sudah memberikan pendampingangan hukum untuk memastikan hak-hak hukum yang bersangkutan terpenuhi.
Katanya, pemerintah juga telah menunjuk Pengacara dari Kantor pengacara Gool dan Azzura untuk memberikan penanganan hukum. Saat ini katanya proses hukum di Mahkamah Magistrat (PN) sehingga proses sampai dieksekui masih sangat lama, sehingga kesempatan melakukan pembelaan masih luas.
Terpisah, Kepala Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Mataram, Djoko Purwanto mengatakan, masih terus mengejar informasi detail dari KBRI di Malaysia dengan tetap membangun komunikasi. BP3TKI Mataram masih belum bisa memberikan keterangan lebih jauh bahkan belum bisa dipastikan apakah sudah dieksekusi atau belum. Namun untuk dakwaan Zainul itu dibenarkannya.
“Kami saat ini tengah menunggu informasi dari pihak KBRI,” katanya, kemarin.
Dengan informasi yang diterima pihak BP3TKI Mataram kemarin, pihaknya langsung mengunjungi pihak korban untuk memberikan pendampingan psikologis. (cr-jho/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here