Beranda Praya Metro Polisi Gerebek Rumah Tempat Pesta Sabu

Polisi Gerebek Rumah Tempat Pesta Sabu

BERBAGI
IST/RADAR MANDALIKA GEREBEK: Ketua RT setempat bersama anggota Polres saat menunjukkan barang bukti berupa narkoba pada malam penggerebekan, Selasa lalu.

PRAYA —Satuan Narkoba Polres Lombok Tengah (Loteng) kembali berhasil memutus jaringan peredaran narkotika di Lombok Tengah. Dimana, pada Selasa (28/11) sekitar pukul 22.30 Wita, Satnarkoba menggerebek salah satu rumah yang dijadikan markas pesta sabu. Tepatnya di Kampung Amen Kelurahan Leneng, Kecamatan Praya. Di rumah tersebut, polisi mengamankan pengedar sabu Misbah, 38 tahun warga Dusun Aik Genit, Desa Senteluk, Kecamatan Batulayar Kabupaten Lombok Barat, dan Panji Nesta, 20 tahun warga Kampung Karang Lebah, Kelurahan Tiwugalih Kecamatan Praya.
Dalam penggerebekan, aparat juga menemukan barang bukti (BB) satu poket Narkotika gol I jenis sabu dengan berat 0,30 gram, satu buah rangkain alat hisap, satu buah gunting kecil warna biru hitam, satu buah skop pipet, satu buah korek gas, satu bungkus klip kosong dan buah timbangan elektrik warna silver.
“Pelaku sudah kita intai dan menjadi target operasi, karena rumah itu sering dijadikan tempat transaksi dan pesta narkoba,” terang Kasat Narkoba Polres Loteng, AKP Dhapid Shidig, kemarin.
Kata Dhapid, dalam penangkapan penggerebekan itu aparat tidak mendapat kendala, walaupun banyak warga setempat yang mengetahuinya. Namun setelah melakukan penggeledahan, pelaku terbukti mempunyai barang haram tersebut yang pelaku sembunyikan di dalam rumah itu.
“Pelaku merupaksan risidivis dengan kasus yang sama,” bebernya.
Dhapid mengungkapkan, penggerebekan itu sebenarnya sesuai informasi dari masyarakat. Dimana di TKP sering digunakan untuk melakukan pesta sabu, kemudian dari informasi pihaknya melakukan penyelidikan yang mendalam. “Sekarang kedua pelaku sudah ditahan di Polres,” ceritanya.
Dari pemeriksaan dua pelaku, mereka mengaku mengambil barang dari temannya di Batulayar Senggigi, Lobar. Sehingga, pihaknya langsung menuju TKP untuk melakukan penggerebekan di wilayah Amen. Namun pelaku tidak ada ditempat saat itu. Hanya ada orang tua dan saudara yang tinggal di sana.
“Orang tua maupun saudara pelaku juga diketahui pernah masuk pejara karena kasus narkoba,” ungkap dia.
Atas perbuatan kedua pelaku, mereka dijerat Pasal 114 Jo Pasal 112 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun penjara. Sedangkan untuk rekan pelaku yang diketahui sebagai yang masih buron pihaknya akan terus melakukan pengejaran. (jay/r1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here