Beranda Lombok Timur Ketika TPU Selong Mengalami Over Load

Ketika TPU Selong Mengalami Over Load

BERBAGI
MUHAMAD RIFAI / RADAR MANDALIKA PADAT : Tampak TPU Selong sudah cukup padat. Karena setiap kuburan sudah dibeton oleh keluarga jenazah yang dimakamkan di TPU ini.

Makam Banyak Dibeton, Kesulitan Lahan Kosong Dalam Kota

TPU Selong sudah cukup padat dan terlihat sesak. Karena memang, kuburan yang ada di TPU ini, hampir semua sudah dibeton.
MUHAMAD RIFAI — LOTIM
TEMPAT Pemakaman Umum (TPU) Selong Lombok Timur (Lotim), dikenal masyarakat Kota Selong sebagai kuburan Belanda. Karena memang, Lotim sendiri dikenal memiliki perjuangan besar dalam pembebasan negeri ini dari cengkraman penjajahan Belanda.
Beberapa tahun lalu, kuburan yang ada di TPU ini tidak banyak yang menggunakan beton. Hanya beberapa kuburan saja yang dibuatkan tembok menggunakan bata. Selebihnya, menggunakan batu. Namun dalam perkembangannya, sekarang hampir semua kuburan yang ada di TPU itu, sudah ditembok secara permanen, oleh masyarakat.
Tampak kuburan ini terlihat padat. Bahkan ukuran lingkaran beton digunakan pada kuburan itu, melebihi batas wajar satu kubur. Tentu, masyarakat akan kesulitan mencari lokasi untuk pemakaman dimasa akan datang. Apalagi, TPU Selong ini dimanfaatkan tidak saja oleh masyarakat Kelurahan Selong, melainkan juga masyarakat dua kelurahan lainnya, yakni Kelurahan Sandubaya dan Kelurahan Kembang Sari.
Pengakuan Lurah Selong, Baiq Lian Krisna Yunarti, sudah seringkali mengingatkan masyarakat, agar tidak menembok kubur keluarganya. Akan tetapi, imbauan-imbauan itu tak direspon positif. Padahal, TPU Selong ini bukan milik pribadi, melainkan untuk masyarakat umum. Tentu, ketika ada masyarakat yang meninggal dunia, jika sudah seperti ini, akan kesulitan mencari tempat penggalian. Memang, di sebelah timur ada sedikit yang kosong, hanya saja pernah terjadi luapan air dan merusak kuburan. Sementara di sebelah utara, ada pula yang kosong akan tetapi jika digali, terdapat beton di bawahnya.
Ia menyadari betul, bagaimana sulitnya untuk mencari lahan kosong di Kota Selong ini. Bahkan dibeberkan Lian, terdapat satu lingkungan gang kesulitan membangun tempat Posyandu, sehingga memanfaatkan atas saluran drainase sebagai lokasi posyandu.
Ia sendiri sebagai Lurah, berharap pada masyarakat untuk tidak menggunakan beton pada kubur keluarganya. Sehingga, bisa ditempati oleh masyarakat lain, ketika menghadapi musibah meninggal dunia. Terkecuali, pemerintah bisa mengadakan lahan baru sebagai lokasi tempat pemakaman untuk masyarakat, baginya tidak masalah.
“Ini milik umum, jadi sangat kita harapkan agar kuburan keluarganya tidak dibeton,” kata Baiq Lian Krisna Yunarti, pada Radar Mandalika, kemarin. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here