Beranda Mataram BP2KM Ibarat Pajangan

BP2KM Ibarat Pajangan

BERBAGI

MATARAM —Kucuran dana hibah bagi badan promosi pariwisata daerah (BPPD) Provinsi NTB dihentikan untuk tahun 2019. Alasan badan anggaran (Banggar) DPRD NTB menyetop dana hibah untuk BPPD NTB lantaran konflik berkepanjangan yang terjadi di BPPD. Lantas bagaimana kondisi lembaga serupa di Kota Mataram yang bernama Badan Promosi Pariwisata Kota Mataram (BP2KM)?
Ketua BP2KM, Lalu Arjuna mengaku, lembaga yang dipimpinnya tak memiliki anggaran sendiri. Karena memang tak pernah ada dana hibah apapun dari Pemkot Mataram bagi BP2KM. “BP2KM tidak punya anggaran. Dananya ada di Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Mataram,” ujarnya, kemarin.
Arjuna mengaku, kepengurusan baru BP2KM tahun 2018-2022 baru saja terbentuk. Sampai sekarang belum ada kegiatan yang akan dilakukan BP2KM. “Sementara ini, kita belum ada kegiatan. Hanya bantu kegiatan Dinas Pariwisata, seperti saat Festival Mataram,” jelasnya.
Bantuan itu bukan dana, melainkan tenaga dan pikiran. Selebihnya, BP2KM tak ada kegiatan secara mandiri. Termasuk untuk promosi pariwisata, BP2KM melakukannya bersama Dispar Kota Mataram. Ketika BP2KM akan membuat kegiatan, barulah diajukan usulan ke Dispar. “BP2KM tidak pegang dana. Kita juga tidak tahu berapa anggaran di Dispar untuk BP2KM,” akunya.
Arjuna tak menampik kinerja BP2KM belum maksimal lantaran tak memiliki anggaran yang dikelola mandiri. Namun, BP2KM tetap mencoba semaksimal mungkin membantu promosi pariwisata bersama Dispar. “BP2KM juga nggak ngotot mana dana. Kecuali Dispar adakan kegiatan, baru kita dipanggil,” ungkapnya.
Ketika BPPD NTB tak lagi mendapat kucuran dana hibah, BP2KM tak terkena imbasnya. Karena masing-masing lembaga berjalan sendiri-sendiri. “Di provinsi nggak dapat dana, nggak ngaruh ke kota. Selama ini juga BP2KM tidak pernah tahu tentang dana hibah di provinsi itu,” sebutnya.
Ditanya tentang target kunjungan wisatawan tahun ini, Arjuna berdalih belum menanyakannya ke Dispar. Namun menurutnya, kunjungan wisatawan ke Mataram memang sedikit menurun. Karena tidak adanya even atau MICE. “Mataram kan mengandalkan pada MICE,” ucapnya.
Terpisah, Sekretaris Dispar Kota Mataram H Abdul Hamid saat ditanyakan besaran anggaran untuk BP2KM mengaku tidak mengetahuinya. “Nah, soal anggaran nggak saya tahu. Kepala dinas saja yang tahu itu,” jawabnya.
Sementara Sekda Kota Mataram, H Effendi Eko Saswito mengatakan, anggaran untuk BP2KM diberikan melalui Dispar. Meski sejauh ini, ia mengaku belum mengetahui apa program yang dilakukan BP2KM.
Penilaiannya, BP2KM masih diperlukan untuk membantu pemda menjual dan mempromosikan potensi wisata di kota ini. “BP2KM masih diperlukan,” pungkasnya. (rin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here